Bisnis

Bank Permata Fokus ke Ritel

JAKARTA, BKM — Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) PT Bank Permata Tbk (BNLI) pada kuartal III 2016 tecatat diangka 4,9 persen. Naik signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang berada dilevel 2,5 persen. Untuk menekan rasio NPL ini, Bank Permata berupaya memperbesar porsi penyaluran kredit ke ritel.
”Restrukturisasinya, ke depan pelan-pelan kami kurangi porsi wholesale dan menaikkan porsi ritel,” kata Head of Corporate Planing Bank Permata, Harry Iman Subekti, akhir pekan lalu.
Selain itu, Bank Permata akan meningkatkan kerja sama pembiayaan dengan anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) lainnya, seperti PT Federal Internasional Finance (FIF) serta PT Astra Sedaya Finance (ACC). Juga, perusahaan akan menambah penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Meningkatnya rasio kredit bermasalah ini menjadi salah satu penyebab melorotnya kinerja Bank Permata.
Wakil Presiden Direktur Bank Permata, Julian Fong menyampaikan, pada kuartal III 2016 Bank Permata mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp1,2 triliun. Angka tersebut turun 231 persen, dibandingkan periode sama tahun lalu yang masih membukukan laba bersih sebesar Rp938 miliar.
”Penurunan ini disebabkan kenaikan signifikan provisi kerugian kredit akibat meningkatnya kredit bermasalah menjadi 4,9 persen dari 2,5 persen pada periode sama tahun lalu,” kata Fong. (int)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top