Amran Bantah Komentar Soal Rully – Berita Kota Makassar
Politik

Amran Bantah Komentar Soal Rully

LUTIM, BKM–Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam membantah telah berkomentar di media cetak soal anggota DPRD, Rully Heryawan yang menggunakan SPPD dengan tujuan nonton Moto GP di Sepang, Malaysia beberapa hari yang lalu.
Menurutnya, apa yang telah ditulis di media tidak seperti dengan apa yang telah dia sampaikan. “Saya sudah minta klarifikasi . Yang ditulis dimedia tidak seperti itu komentar dengan apa yang saya sampaikan,” ungkapnya.
Saat itu, kata Amran, dirinya hanya menjawab tidak tahu menahu karena saat itu dirinya sedang mengikuti agenda Partai Golkar di Makassar. “Kita karifikasi dulu ke DPRD, benarkan dia menggunakan SPPD ya kan,” ungkapnya.
Dirinya pun menyayangkan media yang terkesan ingin memprovokasi terhadap internal Fraksi Golkar yang ada di DPRD tersebut. “Komentar saya ditambah-tambah, keliru juga adik kita itu,”katanya.
Ia menegaskan, kepergian legislator Partai Hanura, Rully Heryawan ke Sepang tersebut tidak menggunakan SPPD. Hanya saja, sebagai pejabat publik, memang telah terikat dengan aturan-aturan yang ada. “Saya sepertinya menuduh menggunakan SPPD, wah saya saja tidak pernah bertanda tangan dan mendisposisikan seperti itu, kan yang begitu harus memohon ijin dari Gubernur,” ungkap sekretaris DPD II Partai Golkar Luwu Timur.
Sebelumnya, anggota DPRD Luwu Timur, Rully Heryawan mengupload foto saat dirinya sedang menonton moto GP di Sepang, Malaysia dijejaring sosial Facebook. Akibatnya, media yang melihat foto itu meminta tanggapan ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam.
Berita yang berhasil diterbitkan media tersebut telah menuding kalau Rully Heryawan telah menggunakan SPPD keluar negeri. Hanya saja, pernyataan itu kembali dibantahkan oleh Amran Syam dan menilai media menambah-nambahkan komentarnya.
Soal pernyataan itu, Partai Hanura pun berencana akan menarik kadernya yang beranggotakan dua orang dari fraksi Golkar dan akan membawa persoalan ini ke Badan Kehoramatan (BK) DPRD dalam waktu dekat ini. “Kami akan membawa persoalan ini ke BK sebagai penegak kode etik pada lembaga DPRD. Selain itu, dua kader kita juga akan kita tarik dari fraksi Golkar,” tegas wakil OKK Hanura, Abidin Arief. (alp/rif/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top