Berita Kota Makassar | Ribuan Lorong Telah Ditata, Bank Sampah jadi Primadona
Headline

Ribuan Lorong Telah Ditata, Bank Sampah jadi Primadona

PADA 9 November 2016, usia Makassar telah genap 409 tahun. Saat usia kota ini sudah empat abad lebih, banyak hal paling mendasar telah dilakukan. Selain pembenahan pelayanan publik, Pemerintah Kota Makassar juga memberikan kenyamanan bagi warganya.
Beberapa tahun silam, lorong menjadi tempat kumuh. Selain penduduknya yang padat, drainase dan infrastruktur lorong sangat buruk. Tapi, sejak Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Syamsu Rizal MI dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Mei 2014 lalu, lorong mulai dipoles.
Dengan tagline, Anak Lorongna Makassar, Danny Pomanto sangat serius membenahi lorong. Ia bertekad membangun peradaban dari lorong. Biarpun banyak yang mengkritik dan mempertanyakan proyek infrastruktur yang telah ia lakukan, wali kota berlatar belakang arstitek ini memilih cuek.
“Banyak yang bertanya kepada saya, kenapa saya belum membangun infrastruktur, seperti gedung atau yang lain. Saya jawab saat ini saya fokus membangun lorong. Kita harus menata seluruh lorong yang ada di Makassar agar sebagian besar warga Makassar yang tinggal di lorong merasa nyaman,” ujar Wali Kota, Danny Pomanto.
Selain mempercantik lorong, pemkot juga mengedukasi warga lorong bercocok tanam melalui Lorong Garden (Longgar). “Saat ini sudah banyak sayur ditanam di lorong,” kata Danny.
Selain Longgar, ada juga program Mabello (Makassar Bersihkan Lorong-lorong) dan Majurong (Makassar Majukan Lorong) yang ikut memotiviasi warga membenahi lorong.
“Ada juga Singara Lorongta yang bertujuan untuk menerangi lorong-lorong serta Badan Usaha Lorong (Bulo),” tambahnya.
Danny pun tidak setengah-setengah mempromosikan lorong. Setiap ada tamu dari luar negeri, ia mengajak para tamu berkunjung ke lorong. Buktinya, saat ASEAN Mayors Forum (AMF) atau pertemuan wali kota se-ASEAN di 2015 lalu, seluruh wali kota dari negara-negara ASEAN diajak melihat salah satu lorong di Toddopuli.
“Bahkan saat ulang tahun kemerdekaan Australia, Duta Besar Australia untuk Indonesia memilih mengadakan perayaan ulang tahun di lorong di Makassar,” jelas Danny bangga.
Setelah penataan lorong menjadi gerakan massif, Danny pun serius membangun bank sampah. Saat ini seluruh kelurahan telah memiliki bank sampah. Bank sampah dibentuk untuk mengatasi sampah-sampah anorganik sehingga tidak perlu lagi dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
“Kita punya lahan TPA sudah sangat terbatas. Dengan bank sampah, maka sampah-sampah nonorganik tidak perlu dibuang ke TPA, tetapi diolah di bank sampah untuk dijadikan barang bernilai ekonomi,” kata Danny.
Bentuk keseriusan Danny membangun industri bank sampah yang lebih besar, sejak tahun lalu, Pemkot Makassar telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Bank Sampah.
Lantaran sistem dan fasilitas yang cukup memadai yang disiapkan bank sampah pusat (UPTD Bank Sampah), kini bank sumpah menjadi primadona di seluruh kelurahan. Kini hampir setiap RW memiliki bank sampah.
Di bank sampah, warga bisa menukar sampah nonorganik dengan sejumlah kebutuhan mereka atau ditabung menjadi uang dalam buku nasabah.
“Alhamdulillah, bank sampah yang kita bangun di Makassar sudah banyak diakui daerah lain. Ini yang harus kita jaga dan pertahankan,” kata Danny. (*)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top