Politisi PKB Gelar Diskusi – Berita Kota Makassar
Politik

Politisi PKB Gelar Diskusi

Ist DISKUSI--Suasana Round Table Discussion Idea dengan tema “Menata Sistem Politik Masa Depan Demi Konsolidasi Demokrasi”. Kegiatan tersebut digelar Gemasaba Sulsel.

GERAKAN Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Sulsel menggelar Round Table Discussion Idea dengan tema “Menata Sistem Politik Masa Depan Demi Konsolidasi Demokrasi”. Hal ini dilakukan guna menyerap aspirasi dari masyarakat terkait pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyelenggaraan Pemilu, bertempat di warkop Phoenam, Jl Boulevard, Makassar, Kamis (3/11).
Ketua Gemasaba Sulsel, Ahmad Arfah menyampaikan, RUU Penyeleggaran Pemilu yang sementara dibahas di DPR-RI harus menjadi momentum perubahan sistem politik. “Kita harus pastikan undang-undang nantinya berlaku dalam jangka panjang, sehingga terjadi kemapanaan sistem politik di Indonesia,”katanya.
Sejumlah masukan yang dihimpun dalam diskusi yang dilakukan akan dibukukan dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait . “Sehingga fungsi kontrol masyarakat dapat dioptimalkan dalam pembuatan produk hukum negara,”jelas Arfah melalui rilis yang dikirim ke redaksi BKM.
Kegiatan yang berdurasi tiga jam ini menghadirkan Komisioner KPU Sulsel Mardiana Rusli, Bawaslu Sulsel Fatmawati, Akademisi Luhur A Priyanto, Arief Wicaksono dua legislator PKB Sulsel yakni Irwan Hamid dan Hengky Yasin. Selain itu, hadir pula aktifis JPPR Sulsel Suherman Kasim, Zulfikarnain, HMJ Ilmu Politik UIN Alauddin, HMJ Politik Universitas Hasanuddin, Aktivis NGO, Aktivis perempuan, Media, Perwakilan Ormas As’adiyah, Fatayat, DDI, IPPNU, PMII, IMDI, Pengurus Gemasaba Sulsel dan Pengurus PKB Sulsel.
Ditambahkan bila Pelaksanaan Pemilu yang dianggap sering menjumpai sejumlah kendala dengan permasalahan berakar dari peraturan-peraturan yang berlaku. Pemerintahpun diminta segera memastikan dan mengambil keputusan sistem pemilu apa yang akan dipilih.
Sementara Aktivis JPPR Sulsel, Suherman Kasim menyampaikan sistem pemilihan dengan metode terbuka membuka ruang partisipasi yang cukup baik. “Politik transaksional sesungguhnya dapat terjadi baik di sistem terbuka ataupun sistem tertutup, Tapi persoalan sebagian besar di pemilu kita sesungguhnya bukan soal sistem tetapi penegakan hukum. Hanya saja, sistem terbuka lebih partisipatif,” kata Suherman.
RUU inipun diminta harus memperhatikan peningkatkan partisipasi dan pendidikan politik masyarakat, serta melakukan pembenahan dan perbaikan partai politik. “Pendekatan utama penyusunan dan pembahasan harus berangkat dari evaluasi pemilu sebelumnya. Untuk bisa melakukan itu, pembahasan harus dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan mendengar masukan penyelenggara pemilu, penggiat pemilu dan masyarakat,” tandas Nawir pemandu diskusi. (rif)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top