Berita Kota Makassar | Karyawan Kasih Medical Center Mogok
Metro

Karyawan Kasih Medical Center Mogok

MAKASSAR, BKM–Akibat gaji yang belum dibayarkan pihak managemen, sejumlah karyawan Kasih Medical Center menggelar aksi mogok kerja dan ingin mengadukan permasalahan mereka ke Dinas Tenaga Kerja.

Informasi yang diperoleh BKM, pembayaran gaji karyawan Kasih Medical Center yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar terlambat dibayarkan oleh manajemen. Terhitung sudah dua bulan belum dibayarkan September dan Oktober.
Selain gaji terlambat, gaji mereka juga kadang dibayar separuh ketika terima gaji.
Salah seorang karyawati yang bekerja di Kasih Medical Center, berinisial “ATR” mengatakan sangat kecewa terhadap menejemen Kasih Medical Center yang telat membayar gaji karyawannya.
“Kami sangat membutuhkan gaji itu, karena kebutuhan seperti biaya hidup juga mendesak. Kita sudah mogok kerja sejak Sabtu 22 Oktober, dan kita dijanji akan dibayarkan 28 Oktober, tetapi sampai saat ini belum juga direalisasikan,” ucap “ATR” yang minta namanya diinisialkan, Jumat (4/11).
Lebih jauh, tambah “ATR”, sejak resmi dibukanya Kasih Medical Center pada Agustus lalu, dia baru menerima gaji satu kali.
Padahal, sesuai perjanjian sebelum bekerja, karyawan dijanjikan akan diberi gaji sebesar Rp1,5 juta serta uang makan dan transport sebesar Rp750 ribu. Sehingga jika ditotalkan, ia dapat menerima gaji setiap bulan Rp2,250 ribu. Dia berharap manajemen Kasih Medical Center dapat memberikan hak para karyawannya.
“Sudah dua bulan gaji saya dan beberapa karyawan lainnya belum dibayarkan. Sejak resmi dibuka pada Agustus lalu, baru satu kali saya dapat gaji dan itupun tidak full karena saya juga bekerja belum cukup sebulan jadi saya dapat cuma Rp1,9 juta. Tetapi gaji di September dan Oktober saya belum dapat,” jelasnya.
Sementara itu, BKM yang hendak menemui pengelola dan manajemen di Kasih Medical Center, ternyata tak satupun bisa ditemui dan memberikan penjelasan. Bahkan BKM sempat satu jam berada di Kasih Medical Center menunggu pengelola.
Terpisah, Dinas Tenaga Kerja kota Makassar menegaskan apabila ada karyawan yang mengadukan masalah yang dihadapi terkait ketenagakerjaan otomatid Disnaker akan menindaklanjuti. “Kita akan tindaklanjuti keluhan karyawan Kasih Medical Center,” Tegas Kadisnaker Kota Makassar A Bukti Djufrie.
Bukti juga menjelaskan, sekaitan problem pengupahan karyawan sebaiknya dilakukan pendekatan dengan menanyakan ke pihak perusahaan soal keterlambatan pembayaran gaji.
“Kalau sudah dilakukan, tetapi tidak ditanggapi, maka karyawan bisa menempuh secara hukum. Itu berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 95 ayat (2) dinyatakan: “Pengusaha yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah, dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari upah pekerja/buruh. Persentase denda ini diatur oleh pemerintah (Pasal 95 ayat [3] UUK) dalam Pasal 19 PP 8/1981″. Kita akan tindak lanjuti problem ini,” katanya.
Bukti juga mengatakan, hak atas upah adalah hak normatif pekerja dan dilindungi undang-undang. “Bila pekerja tidak melakukan tugas maka upahnya tidak dibayar. Dan bila pengusaha tidak membayar atau terlambat membayar upah pekerja yang sudah melakukan tugas maka pengusaha tersebut dikenakan denda dan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” katanya. (arf-ucu/war/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top