Berita Kota Makassar | Digitalisasi Ekonomi Syariah Belum Maksimal
Metro

Digitalisasi Ekonomi Syariah Belum Maksimal

MAKASSAR, BKM– Ekonomi syariah sebagai suatu pemikiran ekonomi yang dianggap dapat menjadi alternatif dari pemikiran ekonomi saat ini.
Banyak hal yang dilakukan dalam dunia digital seperti sekarang ini dalam mengembangkan ekonomi syariah, khususnya di Indonesia. Indonesia yang memiliki gelar negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini memiliki potensi sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah.
Hanya saja, digitalisasi ekonomi syariah masih belum maksimal diterapkan termasuk di Kota Makassar. Hal tersebut terkuak dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang Ekonomi Syariah Berbasis Digital Menuju Sulsel Lebih Mapan.
Kegiatan yang digelar, Jumat (4/11) di Gedung Graha Pena Makassar, lantai 19 merupakan kerjasama antara Lembaga Dakwa Islam Indonesia (LDII) Sulsel dan Harian Ujungpandang Ekspres Makassar dan Fajar Group yang dihadiri puluhan peserta.
Hadir sebagai pemateri, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Dr Mukhlis Sufri, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Syamsul Alam Ibrahim, Ketua Startup Makassar, Dedy Triawan dan moderator Dr Ir H. Abri MP.
“Bodohlah seseorang yang suka menggandakan dan melipat gandakan uang. Apalagi riba sangatlah diharamkan sesuai dengan tuntunan ayat Annisa, Al Maidah ayat 1 dan Al-Baqarah ayat 75, bahkan semua bisa dilakukan tapi kecuali yang dilarang,” ungkap Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Dr Mukhlis Sufri.
Selain itu ia juga menuturkan bahwa diera digital saat ini sudah seharusnya sistem online ekonomi syariah sudah dapat menyelesaikan masalah berdasarkan kaidah-kaidah Islam saat ini.
Sementara itu, Ketua Startup Makassar, Dedy Triawan menjelaskan, bahwa era digital saat ini memang merubah gaya hidup konsumennya, tidak dipungkiri bahwa masyarakat saat ini cenderung memakai digital berbisnis online. Selain itu juga, bahwa fatwa ekonomi syariah saat ini perlu di cari lagi sehingga bisa menjelaskan bisnis online yang mana haram dan halal.
“Startup itu adalah sama halnya UMKM digital industri kreatif digital yang sudah buming di tahun 2010 di Indonesia. Saya hanya berbicara atau membahas digital dimarketingkan suatu produk untuk berkembang dan pesat peningkatannya itu melalui Facebook sebab market share bisa naik hingga 300 persen,” bebernya.(ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top