PNS Diminta tak Pakai Mobil Plat Merah – Berita Kota Makassar
Headline

PNS Diminta tak Pakai Mobil Plat Merah

MAKASSAR, BKM — Pegawai negeri sipil (PNS) diminta untuk tidak menggunakan kendaraan berplat merah jika hendak ke kantor hari ini, Jumat (4/11). Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat berlangsung aksi demo.
Peringatan itu disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh di Balai Kota, Kamis (3/11). Rencananya, massa akan menggelar aksi demo usai salat Jumat.
”Kami imbau kepada seluruh pegawai pemkot yang memegang mobil dinas untuk tidak menggunakannya besok (hari ini).
Kalaupun harus dipakai, agar menggantinya dengan plat hitam guna mengantisipasi kemungkinan yang bisa saja terjadi,” kata Ibe, sapaan akrab Sekkot.
Meski begitu, ia tetap mendukung ormas Islam yang menggelar aksi demo. Tentunya dengan cara-cara yang damai tanpa melakukan pengrusakan serta tindakan anarkis.
Apakah pegawai pemkot diliburkan? Ibe mengatakan tidak. Namun ia meminta kepada jajarannya untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.
”Pegawai tidak diliburkan. Semuanya tetap berkantor. Hanya saja saya minta untuk berhati-hati saja. Jangan sampai ada yang terkena imbas dari aksi demonstrasi,” ujarnya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga berharap demo bisa berjalan aman dan damai. Dia meminta para pendemo yang turun ke jalan bisa menyalurkan aspirasinya secara proporsional dan tidak berlebihan.
“Saya berharap gerakan besok (hari ini) tetap dalam bentuk proporsional dan tidak berlebihan. Dilarang untuk melakukan gerakan anarkis dan memancing benturan dengan siapa saja,” kata Syahrul di Rujab Gubernur, Kamis (3/11).
Kepada berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan para pendemo, Syahrul menekankan untuk mewaspadai adanya aksi penyusup yang bisa mengacaukan demo. Alasannya, tak menutup kemungkinan ada satu atau dua orang yang bisa memanfaatkan momen untuk mengacaukan dan membuat ricuh aksi damai tersebut.
Dia percaya, aparat keamanan di bawah nakhoda Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charlyan dan Pangdam VII Wirabuana, Agus Surya Bakti bersama seluruh jajarannya bisa mengawal jalannya aksi unjuk rasa dengan damai dan aman.
Syahrul kembali menekankan, sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, dirinya siap menerima aspirasi umat. Tuntutan dan aspirasi itu akan diteruskannya ke Presiden Joko Widodo dan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian. Karenanya, dia berharap, jika ada gerakan, tidak perlu besar-besar.
Terkait masalah pelayanan publik dan pemerintahan, mantan bupati Gowa dua periode ini, mengungkapkan tak ada penutupan ataupun diliburkan. Menurutnya, masyarakat dan aparat keamanan akan menjaga semua aktifitas mulai dari ekonomi, pemerintahan, pendidikan dan lain-lain.
“Tidak ada schedule yang tertunda, atau ada penundaan kerja. Seluruh instansi pemerintah, khususnya yang memberikan pelayanan publik, tetap buka dan melayani masyarakat,” tegasnya. Perkembangan terbaru petang kemarin, rencana demo besar-besaran ini ternyata dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab dengan membuat akun atas nama Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Dalam akun tersebut, terposting status: Ya Allah telah nampak bagi Mu siapa saja yang membela Qalam Mu dengan keimanannya, dan yang mendustakannya. Maka Lindungilah kami dari Fitnah orang orang yang mendustakannya.
“Hari ini kita membela Al Qur’an maka nanti diakhirat Al Qur’an yang akan membela kita”.
Bahkan, dalam kronologi akun facebook tersebut, admin secara aktif membalas semua pertanyaan ataupun komentar yang masuk.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, secara tegas membantah jika akun tersebut adalah miliknya. “Tidak, itu bukan akun saya,” tegas SYL, kemarin. (rhm-arf/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top