Headline

”Guru Jurnalis Itu tak Mungkin Korupsi”

MAKASSAR, BKM — Banyak kalangan yang tidak percaya jika mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan (DI) melakukan tindakan korupsi. Salah satunya adalah Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal. Termasuk wartawan senior Sulsel, Dahlan Abubakar.
Syamsu Rizal mengaku mengenal DI sebagai sosok yang memiliki karakter sederhana. Karenanya, dia heran ketika Dahlan Iskan dijadikan tersangka kasus korupsi.
”Pak Dahlan yang saya kenal itu orangnya sederhana. Tidak macam-macam,” kata Deng Ical, panggilan akrab Wawali, Kamis (3/11).
Pengakuan serupa terlontar dari Dahlan Abubakar. Kemiripan nama membuat keduanya ternyata saling akrab. Dahlan Abubakar terakhir bertemu dengan DI pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) baru-baru ini.
”Di awal pertemuan kami, saya langsung datangi dia dan memberi tahu bahwa nama kami mirip. Dia menjawab bahwa saya dan dia itu duo Dahlan. Saya tidak sering bertemu dengan dia. Hanya pada beberapa kesempatan. Terakhir bertemu saat peringatan HPN,” ujarnya, kemarin saat berbagai kisah tentang perjumpaan terakhirnya dengan DI di Mataram.
Dahlan Abubakar yang kini menjabag Kepala Humas dan Protokol Unhas berbagi kisah inspiratif dari sosol DI. Salah satunya saat DI menguji seorang reporter yang ingin masuk di Jawa Pos. Dengan kesederhanaannya, Dahlan Iskan mengajari karyawannya yang sangat patut dicontoh.
”Saya baca buku dia. Cara mengajarkan ke resporter saat itu untuk turun ke lapangan. Ia mengujinya dengan memperintahkan mencari mobil yang ditaruh di Kota Surabaya, sementara ia berada di Jakarta. Betapa gilanya cara pembelajaran seperti itu. Tapi ada makna yang tersirat di situ, bahwa dalam mencari akar masalah kita harus berpikir kritis,” jelas Dahlan Abubakar.
Reporter yang ditugaskan itu kemudian mencari sopir Dahlan Iskan. Ketika bertemu, ia menanyakan tempat parkir mobil DI dan sehari-harinya berada di mana.
Sang reporter akhirnya mengorek keterangan dan berhasil menemukan mobil tersebut. Selanjutnya ia mencatat lengkap kondisi dan melaporkannya.
”Makna dari tugas itu, bahwa sejauh dan sesulit apapun kita harus berpikir cara mendapatkan data untuk mengungkap sebuah permasalahan. Saya menganggap Dahlan Iskan adalah guru para jurnalis. Tidak akan ditemukan guru jurnalis seperti sosok Dahlan Iskan. Ia sangat sederhana, ramah namun kritis. Kalaupun ia mau sombong, bisa saja. Karena ia termaksud orang terkaya di Indonesia dengan memiliki Jawa Pos. Saya bilang kalau dia itu raja media. Tapi semua itu tidak ditonjolkan oleh seorang Dahlan Iskan. Ia tetap sederhana dan bersahaja,” tutur Dahlan Abubakar.
Karenanya, Dahlan Abubakar mengaku heran ketika guru jurnalis itu dijadikan tersangka kasus korupsi lalu ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, dan saat ini berstatus sebagai tahanan kota.
”Dia (DI) bukan orang yang kekurangan uang. Sebaliknya, ia kelebihan uang. Kalaupun kemudian dia diproses hukum, saya tidak percaya itu karena penyelewengan ataupun suap. Melainkan murni kesalahan administrasi,” jelasnya. (arf-ita/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top