Gojentakmapan

11 Bangunan Liar Dibongkar

MAROS, BKM — Sekitar 11 bangunan liar berupa kios di sekitar RSUD Salewangang dibongkar Satpol PP kabupaten Maros. Pasalnya, bangunan ini berada di lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros yang merupakan fasilitas umum (fasum).
Kasatpol PP Kabupaten Maros, Husair Tompo, mengatakan, pembongkaran bangunan liar ini sudah sesuai prosedur yang ada. Karena keberadaan kios itu berada di atas lahan milik Pemkab. Sementara planning Pemkab tahun ini untuk memperbaiki jalan di samping rumah sakit itu. Sementara beberapa kios menghambat pelebaran jalan.
”Jalan di sini akan diperbaiki. Makanya, kios yang ada di samping jalan itu dihancurkan untuk kepentingan pelebaran jalan. Beberapa kios masuk dalam jalur pelebaran jalan,”ungkap Husair di sela-sela perobohan kios, Senin (31/10).
Ditambahkan, pembongkaran kios itu dilakukan tanpa paksaan. Sebelum dirobohkan, pemilik kios telah memindahkan barang-barang mereka. Petugas Satpol PP hanya membantu merobohkan bangunan kios yang terdiri dari 6 kios semi permanen dan 5 kios permanen. Sebelum dirobohkan, kata Husair, pihak Pemkab telah menyurati pemilik kios perihal permintaan pengosongan kiosnya. Untuk membongkar bangunan yang berada di fasum tersebut, pihaknya menurunkan 45 orang personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi dan Kodim.
Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan Satpol PP Maros, Edy Burhan, mengatakan, lahan itu merupakan milik Pemkab Maros untuk keperluan fasilitas rumah sakit. Pihaknya sudah mengkomunikasikan perihal pembongkaran itu jauh hari sebelum pelaksanaan sehingga pelaksanaannya berlangsung aman dan tertib.
”Pihak rumah sakit sudah jauh hari berkomunikasi ke warga yang memanfaatkan lahan itu, untuk segera mengosongkannya. Makanya tidak ada masalah saat pembongkaran,”katanya.
Lanjut Edy menjelaskan, di sepanjang jalan itu ada sekitar 200 meter yang dibanguni kios yang lebarnya 3×4 meter. Bangunannya rata-rata permanen. Sehingga pihaknya meminta bantuan satu unit eksekavator. ”Kami pinjam dari BLHKP. Karena kami tidak akan sanggup merobohkan bangunan yang rata-rata permanen,” terangnya.
Sementara itu, pihak Rumah Sakit Salewangan, Singgih Supriambodo yang bertindak selaku koordinator dalam penertiban itu menerangkan, lahan itu nantinya akan dipergunakan sebagai parkiran kendaraan pengunjung RSUD Salewangan dan memperluas ruas jalan. Pasalnya, jalan itu kerap macet karena sempit dan banyak digunakan sebagai area parkir.
”Kadang ada pasien ingin cepat kita rujuk, tapi terlambat karena jalan itu sangat sempit dan susah dilewati ambulance. Selain untuk memperluas jalan, lahan itu juga akan digunakan untuk parkiran dan Ruang Terbuka Hijau,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu pemilik kios H Sri mengatakan, dirinya sudah menjual di tempat itu sekitar lima tahun lalu. Ia mengaku tidak keberatan atas penggusuran tersebut. Karena sebelum membuat kios di tempat itu, terlebih dahulu dirinya sudah membuat kesepakatan dengan pihak rumah sakit untuk bersedia dibongkar saat Pemkab ingin menertibkan lokasi itu.
”Kami terima untuk dipindahkan. Karena memang sebelumnya ada perjanjian dengan pihak rumah sakit. Meski begitu, kami tetap menyayangkan pembongkaran ini, karena kami hanya diberi kesempatan tiga hari untuk membersihkan dan membongkar kios ini,”jelasnya seraya menambahkan, selama menjual di tempat itu ia rutin membayar retribusi sebesar Rp90 ribu per bulan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Maros, Muestazim, menambahkan, untuk pelebaran jalan tersebut sudah dianggarkan di APBD Perubahan 2016 sebesar Rp200 juta. Anggaran tersebut sudah termasuk pembuatan drainase di sepanjang jalan itu. (ari/mir/c)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top