Headline

Terdakwa Hate Speech Bersimpuh Minta Maaf ke Kapolres

SIDRAP, BKM — Untuk pertama kalinya dalam sejarah persidangan di Pengadilan Negeri Sidrap menghadirkan pejabat tertinggi kepolisian setempat. Kapolres AKBP Anggi Naulifar Siregar memenuhi panggilan sidang kasus hate speech (ujaran kebencian) di sosial media (sosmed) Facebook.
Anggi hadir di persidangan yang digelar, Rabu (2/11), Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi sekaligus korban. Jalannya sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Muh Bintang,SH beranggotakan Hj Nurafiah,SH dan Andi Maulana,SH.
Dalam keterangannya, Anggi memberikan penjelasan soal ikhwal terjadinya pemicu penghinaan dan penyerangan terhadap institusi milik negara, yakni polri dan pejabat kapolres. Termasuk pribadi AKBP Anggi Naulifar Siregar.
Kapolres mengakui, terdakwa Jumaisar alias Maesar bin Ahmad Lusi (27) melalui akun pribadi miliknya di Facebook bernama Zhimaru Mhezar, melontarkan bahasa yang menghina polri, pejabat polres dan pribadi kapolres dengan nada ancaman dan kata-kata tak senonoh.
Atas perbuatan terdakwa itu, Kapolres merasa terhina dan tertekan. Terlebih istri dan keluarga besarnya di Medan, Sumatera Utara.
“Yang Mulia, ada perbuatan menghina dan pengancaman di akun Facebook bernama Zhimaru Mhezar. Bahasanya jorok sekali dengan menggunakan bahasa bugis,” lontar AKBP Anggi Naulifar Siregar dalam persidangan, kemarin.
Namun, ada hal menarik di balik sidang perkara Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) itu. Kapolres secara pribadi dan bijak langsung menyambut maaf terdakwa saat ketua majelis Hakim menfasilitasi permintaan maaf Zhimaru Mhezar.
Dengan duduk bersimpuh di hadapan kapolres, putra sulung Ahmad Lulu Sima alias Ahmad Lusi itu meminta ampun dan maaf.
“Saya intruksikan pada anak buah saya, tolong terdakwa jangan diapa-apakan kelak yah. Yang sudah, sudahlah. Mari kita sudahi semua ini karena Maezar juga adalah warga kita,” tegas Anggi disambut pernyataan siap ratusan aparat dari satuan Lantas, Intelkam, Reskrim, Narkoba dan Sabhara yang ikut mengawal komandannya, kemarin.
Menjawab pertanyaan hakim dan JPU yang terdiri dari Kepala Seksi Pidana Umum Idil,SH dan dua anggotanya Muhammad Zuebair,SH serta Budiman,SH, Anggi menjelaskan pemicu penghinaan dan penyerangan pribadi dan institusi yang dipimpinnya itu. Maezar tak terimah ayahnya dipidanakan karena tersangkut kasus investasi bodong uang dinar Irak melalui yayasan Ummul Khair yang diungkap polisi pertengahan April 2016 lalu.
“Semata-mata saya hanya membela kebatilan, karena kasus Ahmad Lusi secara hukum sudah banyak merugikan warga. Investasi bodong yang dilakoni Ahmad Lusi tidak pernah menguntungkan 810 orang nasabah melalui Dinar Irak,” katanya.
Untuk itu, kata Kapolres, Polri akan terus melawan orang-orang yang melawan hukum apapun risikonya.
Dalam kasus penghinaan ini, JPU membacakan berkas perkara BAP terdakwa dengan bukti-bukti screenshot akun Facebook Zhimaru Maezar bernada penghinaan dan ancaman terhadap pribadi Anggi NS, maupun lembaga polri.
Ketua majelis hakim, Muh Bintang menegaskan, meski sudah minta maaf secara fisik, kasus terdakwa Maezar tetap dilanjutkan proses hukumnya di persidangan. Sidang dihadiri Kajari Jamsin Simanullang,SH dan Ketua Pengadilan Negeri Andi Nurmawaty,SH.
Agenda persidangan berikutnya digelar Rabu pekan depan, dengan agenda tuntutan terdakwa dari JPU.
Kajari Sidrap, Jasmin Simanullang yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan Maesar akan dipidanakan sesuai perbuatannya dengan ancaman berlapis, yakni pasal 27 ayat (3), junto pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. “Ancaman hukumannya sampai 5 tahun kurungan badan,” ujarnya. (ady/rus/b)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top