Headline

Taiyeb Ajukan Pengunduran Diri, Bupati Belum Respon

SINJAI, BKM — Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sinjai, H Taiyeb A Mappasere ternyata telah mengajukan surat pengunduran diri kepada bupati. Surat tersebut dilayangkannya, setelah ia resmi ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai.
Hanya saja, Bupati H Sabirin Yahya belum merespons surat pengunduran diri sekkab tersebut. “Surat itu masih masih di atas meja saya. Belum saya respons,” kata Sabirin, Rabu (2/11).
Ditemui di kamar perawatan VIP Interna Ruang Matahari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai, Taiyeb menjelaskan alasan mengajukan surat pengunduran diri. ”Saya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Jadi tidak mungkin lagi bisa melaksanakan tugas dengan maksimal. Selain itu, saya juga ingin fokus ke persoalan hukum yang tengah saya hadapi,” ujarnya.
Dari hasil diagnosa dokter, pamong senior Pemkab Sinjai ini mengalami penurunan daya tahan tubuh. Ia juga deman serta sakit kepala. ”Namun sebagai warga negara yang baik, saya tetap akan mengikuti proses hukum yang sementara berlangsung,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Taiyeb menegaskan belum akan menggunakan jasa pengacara untuk mendampinginya. ”Saya belum akan menggunakan pengacara. Biarlah proses hukum berjalan seperti ini dulu,” terangnya, masih dengan nada lemah.
Pantauan BKM di RS, kemarin, sejumlah pegawai negeri dan kerabat silih berganti membesuknya. Mereka menyatakan prihatin dengan masalah hukum yang kini membelit pejabat yang akan memasuki masa pensiun pada bulan Oktober 2017 itu.
Terpisah, Ketua DPRD Sinjai, Abd Haris menyayangkan penahanan terhadap Taiyeb. Sebab langkah hukum tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh pada molornya pembahasan Rancangan APBD pokok 2017.
”Pemikiran-pemikiran Pak Taiyeb masih kita butuhkan untuk membangun Sinjai ke depan. Dengan ditahannya Pak Sekda, saya tidak menjamin pembahasan RAPBD pokok 2017 yang harus diketuk akhir bulan November tahun ini, akan sesuai dengan jadwal,” jelasnya.
Sebelum Taiyeb ditahan, menurut Abd Haris, jadwal pembahasan RAPBD telah disusun. Namun, setelah penahanan dilakukan, agenda yang semula bisa dikerjakan dalam sehari, kemungkinan akan molor sampai empat hari.
Taiyeb dijadikan tersangka dan langsung ditahan karena tetap membayar gaji 13 pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Sinjai yang telah divonis dalam kasus korupsi dan pidana umum lainnya. Atas temuan tersebut, Kepala Kejari Sinjai, Sumartono menilai Taiyeb melanggar Undang-undang Kepegawaian dan Undang-undang Aparatur Sipil Negeri, serta Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2015.
Penahanan Taiyeb mengundang kesedihan dari Atong, pegawai sukarela yang sudah mengabdi selama puluhan tahun di Pemkab Sinjai. Atong begitu mengenal pribadi Taiyeb, sejak ia bertugas mulai masa pemerintahan pemerintahan Bupati Andi Arifuddin Mattotorang, Muh Roem selama dua periode, Andi Rudianto Asapa dua periode hingga tiga tahun kepemimpinan Sabirin Yahya.
”Sudah puluhan tahun saya mengabdi di Pemkab Sinjai, saya tidak pernah melihat dan mendengar Pak Taiyeb berbuat yang tidak tidak dalam melaksanakan tugas. Karenanya, saya pribadi sedih ketika beliau ditahan. Beliau itu panutan saya,” tutur Atong yang kini berumur 55 tahun dan masih setiap menjadi pegawai sukarela.
Hal senada dilontarkan Sappe, PNS di sekretariat Pemkab Sinjai. ”Saya juga heran, dek. Karena saya kenal Pek Taiyeb sejak bekerja di kantor Kesbang tahun 1993, yang saat itu masih PNS biasa dan belum memiliki jabatan sampai sekarang menjadi sekda. Tidak ada yang berubah pada diri beliau, mulai dari etika dan profesionalisme bekerja hingga penegakan disiplin terhadap PNS yang bermasalah,” ungkap pria kelahiran 1959 ini.
Kajari Sinjai, Sumartono yang ditemui wartawan, kemarin menegaskan sikapnya terkait kasus yang menjerat Taiyeb. ”Tidak ada kewajiban pemberitahuan inkranya suatu putusan terhadap seorang PNS yang tersandung kasus oleh pengadilan dan kejaksaan kepada pemerintah kabupaten, kecuali kepada keluarga yang bersangkutan,” terangnya.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sinjai, Edi Wansen menyampaikan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan ekspose kasus ini di Kejati Sulsel. ”Ekspose kasusnya akan dilaksanakan di Makassar,” ujarnya.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin yang dikonfirmasi, kemarin mengaku menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke Kejari Sinjai. Ia hanya membenarkan adanya penyidikan dan penahanan yang dilakukan kejari setempat terhadap Sekkab Sinjai.
Juru bicara Kejari Sinjai yang juga Kasi Intel, Andi Parawansyah mengatakan, tersangka Taiyeb masih berstatus tahanan penyidik Kejari Sinjai.
“Informasi kondisi terakhir tersangka, sudah mulai ada perubahan. Hanya saja masih agak sedikit oleng,” bebernya.
Terkait penangguhan penahanan, Parawansyah mengaku belum bisa memastikannya. Semua tergantung pertimbangan dan petunjuk pimpinan.
Untuk saat ini, kata Parawansyah, tersangka masih berstatus tahanan dan tengah dirawat di RS. Bila kondisinya sudah membaik, Taiyeb kembali akan dimasukkan ke rutan. (din-mat/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top