Sebulan, Syahrul Berkantor di Rujab – Berita Kota Makassar
Metro

Sebulan, Syahrul Berkantor di Rujab

MAKASSAR, BKM — Selama sebulan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menggunakan rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel di Jalan Sungai Tangka, untuk beraktifitas dan berkantor.

Bahkan menerima tamu-pun, Syahrul hanya bisa melayaninya di rujab, tanpa bisa menggunakan ruang kerjanya di Kantor Gubernur. Seperti kemarin, Rabu (2/11), seluruh tamu yang akan melakukan audiens diterima di rujab.
Pasalnya, ruang kerja gubernur Sulsel mulai direnovasi sejak kemarin. Sejumlah pekerja terlihat melakukan perbaikan-perbaikan. Jendela, plafon, hingga interior ruangan dirombak.
Selama renovasi kantor, Sang Kosong Satu otomatis tak bisa menggunakan ruangannya.
Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel, Ashari Faksharie Radjamilo mengemukakan, renovasi ruang kerja gubernur diperkirakan berlangsung selama sebulan.
“Jadi untuk sementara Pak Gubernur berkantor di rumah jabatan dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, usai menerima sejumlah tamu di Rujab mengatakan, tidak masalah dia harus berkantor dimana. Yang paling penting koordinasi dengan seluruh staf dan SKPD berjalan lancar.
Apalagi renovasi dilakukan bukan dalam waktu yang lama. Dengan menggunakan teknologi dan alat komunikasi, semua tugas dan tanggung jawabnya bisa tercover dimanapun dirinya berada.
“Tidak masalahji. Gubernur bisa berkantor dimana saja. Termasuk di warung kopi. Cuma sebentar ji juga. It’s okay?” ungkapnya.
Perombakan ruang kerja gubernur memang diperkirakan bisa rampung dan dapat digunakan lagi satu bulan ke depan.
Syahrul menegaskan, renovasi ruang kerjanya cukup wajar dan normatif yang membutuhkan sentuhan baru.
“Inikan sudah selama puluhan tahun. Jadi wajar dapat sentuhan baru,” jelasnya.
Selama ini, ruangan untuk rapat atau pertemuan dengan SKPD agak kecil. Itu yang akan diperbesar. Selain itu, ada tempias atau percikan air yang masuk ke ruang kerja gubernur saat hujan turun. Itulah yang mau diperbaiki.
Selain itu, interior ruangan sudah cukup layak untuk diganti, termasuk material kayu-kayu yang ada.
Orang nomor satu di Sulsel itu mengatakan tidak ada yang sia-sia dari rencana tersebut karena punya tujuan yang baik.
Dia juga menampik jika renovasi ruangannya itu sebuah pemborosan.
“Tidak betul itu pemborosan. Kalian tidak kasihan. Na tidak tonji seberapa. Itu kan, yang penting tidak korupsi. Bukan untuk kepentingan saya berleha-leha,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim), Andi Bakti Haruna mengatakan, perombakan itu dilakukan untuk memaksimalkan fungsi ruangan yang ada. Di dalam ruang kerja gubernur ada ruang rapat yang cukup sempit dan itu mau dibenahi.
Menurutnya, perombakan diperkirakan rampung akhir tahun ini.
Beberapa item yang akan dikerjakan diantaranya, ruang kerja akan diperluas, sirkulasi udara juga diperbaiki, ruang privasi dan tempat menerima tamu akan diperluas.
Sementara interior alias penataan ruangan rencananya akan dibuat lebih modern.
Untuk perombakan ruang kerja Sang Kosong Satu, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekira Rp1,83 miliar.
“Jadi akan ada pekerjaan konstruksi baru. Space kosong di samping ruang kerja privasi gubernur akan dicor untuk memperlebar ruangan,” ungkap Andi Bakti. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top