Pelaku Pengancaman Tempuh Jalur Hukum – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Pelaku Pengancaman Tempuh Jalur Hukum

LATIH -- 11 penghuni sel tahanan Polres Sidrap dilatih kebugaran untuk menjaga kondisi fit tubuh, didalam sel khusus Polres, akhir pekan lalu.

LUTIM, BKM — Pelaku dugaan pengancaman, Suharto berencana akan menempuh jalur hukum melalui praperadilan. Soalnya, penyidik Polsek Burau, Luwu Timur hingga kini belum menentukan kejelasan status hukum yang dialaminya.
“Bismillah, saya akan menempuh Praperadilan saja dek. Insya Allah dalam waktu dekat ini pengacara saya sudah ada di Luwu Timur,” ungkap Suharto yang didampingi sang istri, Hernawati, Selasa (1/11) kemarin.
Sebelumnya, penyidik telah menahan Suharto selama 60 hari disel tahanan Mapolsek Burau. Hal itu dilakukan karena pelaku dinilai telah terbukti melakukan pengancaman terhadap korban yang diketahui bernama Akbar, warga kecamatan Burau.
Namun, hingga kini penyidik belum melengkapi petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cabang Wotu. Berkas perkara kasus pengancaman tersebut juga telah dikembalikan kali kedua oleh Jaksa. Pelaku pun keluar demi hukum.
“Saya hanya butuh kepastian hukum dek, apakah kasus saya ini dilanjutkan atau dihentikan. Mudah – mudahan dengan jalan praperadilan ini bisa ada kepastian hukum,” ungkap Suharto yang mengaku sudah keluar dari tahanan demi hukum.
Dia berharap agar laporan yang telah dilayangkan ke Mapolda Sulsel dapat ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang ada.
Pada saat didalam tahanan, kata Suharto, dirinya melihat ada tahanan yang keluar masuk didalam sel. Tahanan diperbolehkan pulang pada pukul 21.00 wita malam untuk menginap dirumah dan kembali pukul 05.00 wita esok pagi.
“Saya satu sel dengan itu tahanan dek sehingga saya tahu, dia juga diantar dengan menggunakan mobil Patroli Polsek Burau,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak mengatakan, kasus dugaan pengancaman yang ditangani penyidik Polsek Burau secara hukum masih tetap berjalan meski masa penahanannya telah habis.
Menurutnya, pelaku yang mengadukan persoalan ini ke Mapolda itu merupakan hak siapa saja. (alp/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top