Headline

Performa Manfaatkan Media Online Perkenalkan Karyanya

HOBI fotografer sudah lama ada. Pecintanya tak kenal batasan usia. Dari remaja hingga dewasa. Untuk menyalurkan hobinya, tidak sedikit yang membuat komunitas. Lokasi untuk memotret juga tidak sembarangan.

Laporan: Arif Alqadry

SRET…sret…sret. Begitu bunyi yang keluar dari kamera beberapa orang di pelataran Benteng Rotterdam. Mereka adalah pecinta fotografi yang tergabung dalam Performa.
Mencari obyek foto secara bersama-sama di waktu liburan menjadi kegiatan yang jarang dilewatkan para anggota Performa. Mereka hunting ke berbagai lokasi, seperti di tempat-tempat bersejarah, budaya ataupun kawasan yang jarang tersentuh masyarakat umum.
Memanfaatkan media online untuk memperkenalkan tempat dan hasil jepretan yang tertangkap dari lensa kamera, cara yang sering dilakukan para anggota Performa. Tetapi tidak sedikit juga yang memilih untuk menyimpan sendiri hasil karya mereka.
Performa merupakan salah satu komunitas fotografi di Kota Makassar. Perkumpulan ini sudah berdiri selama 10 tahun, dan telah memiliki sebanyak 200 anggota. Mereka berasal dari berbagai kalangan yang memiliki hobi sama dan senang dengan dunia fotografi.
Sejak berdirinya pada tahun 2006, anggota Performa cukup banyak menghasilkan karya-karya foto yang bukan hanya berasal dari Kota Makassar, tetapi juga berasal dari berbagai daerah di luar Sulawesi. Bahkan di tahun 2008 lalu, Performa telah terdaftar dan bergabung di dalam Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI).
Tidak seperti dengan komunitas fotografi lainnya, Performa yang diketuai Junaidi Sudirman, sama sekali tidak membatasi anggota yang ingin bergabung. Di tempat ini mereka saling bertukar pengetahuan tentang dunia fotografi. Asal memiliki kamera digital, sudah dapat bergabung di Performa.
“Setiap bulan biasanya kita itu motret tiga kali. Apalagi kan anggota kami ini sudah banyak yang bekerja tetapi memiliki hobi fotografi. Sehingga motretnya itu biasa kita lakukan di hari libur, seperti Sabtu atau Minggu. Sejauh ini Performa sudah memiliki anggota lebih 200 orang dari sebelum terbentuknya yang hanya 10 orang saja,” jelas pria kelahiran Ujung Pandang, 21 April 1977 yang akrab disapa Juna itu.
Biasanya, para anggota Performa melakukan motret street kebanyakan hanya di Kota Makassar seperti di Pelabuhan Paotere, Pecinan, Fort Rotterdam atau di Pasar Terong. Sedangkan untuk hunting culture, para anggota Performa selalu ke daerah-daerah seperti Toraja, Yogyakarta, Semarang, Solo atau bahkan hingga ke Papua. Tergantung jadwal yang telah dibuat dan mendapat informasi adanya acara budaya yang digelar.
Berbagi pengetahuan, pengalaman dan menceritakan kendala yang dirasakan saat motret selalu dilakukan, baik di lokasi hunting ketika usai motret, ataupun membuka diskusi di warung kopi. Menurut Juna, hal itu cukup penting untuk dilakukan. Selain dapat berbagi pengetahuan, juga dapat saling mempererat keakraban dan solidaritas para anggota.
Sedikit bercerita awal terbentuk Performa di Kota Makassar. Juna dan sembilan rekannya begitu sangat senang dengan fotografi. Untuk dapat menyatukan para pehobi fotografi, khususnya yang ada di kota ini, Juna dan rekannya memilih untuk membentuk komunitas yang bernama Performa pada tahun 2006.
Hanya beberapa tahun terbentuk, Juna dan beberapa rekannya sudah dapat merekrut beberapa anggota yang memiliki hobi yang sama. Selanjutnya diusulkan untuk bergabung di FPSI. Salah satu persyaratan harus memiliki anggota FPSI, anggota komunitas sebanyak 30 orang. (*/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top