Gojentakmapan

Pegang Kartu ATM BRI Abal-abal

BKM/KR KULLE Ruslan Rahim dan bukti print out tanda transfer si pembobol.

JENEPONTO, BKM — Nasib apes menimpa Kasubag Kesra Setda Jeneponto, Muh Ilyas SE. Warga Kampung Maccini Baji, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto ini harus kehilangan uang yang tersimpan di dalam rekeningnya di BRI Unit Balang, kabupaten Jeneponto sebesar Rp50 juta.
Muh Ilyas menuturkan kepada Berita Kota Makassar, Selasa kemarin (1/11), pada 26 Oktober 2016 ia menabung di BRI Unit Balang, Jalan Kelara Bontosunggu sebesar Rp50 juta. Saat itu ia diberi kartu ATM bersama nomor PIN oleh karyawan BRI Unit Balang bernama Riyan. Keesokan harinya ia bermaksud menarik uangnya melalui ATM. Ternyata kartu yang dipegangnya error dan tidak bisa digunakan.
”Ternyata, kartu ATM saya pegang ini adalah kartu abal-abal. Kartu ini diberikan karyawan BRI bernama Riyan ketika saya pertama kali membuka rekening. Makanya saya panik ketika kartu ATM itu tidak bisa digunakan. Saya lalu mendatangi kantor BRI unit Balang untuk mencari tahu apakah uang saya Rp50 juta masih ada atau sudah raib atau hilang. Tolong polisi mengusut tuntas agar uang saya kembali. Karena uang itu hasil jerih payah selama ini saya kumpul dari sisipan gaji per bulan. Saya yakin, kartu ATM saya tidak mungkin bisa ditukan oleh orang lain. Karena saya menyimpannya di dalam dompet dengan rapi,” jelas Ilyas yakin usai melapor di Mapolres Jeneponto, Selasa (1/11).
Kepala BRI Unit Balang, Ruslan Rahim, mengakui kalau Muh Ilyas sudah datang melaporkan kalau ATM BRI yang dipegangnya abal-abal karena tidak bisa dipakai. Dikatakan, kartu ATM yang dipegangnya itu sudah terpakai. Kartunya sudah lecet-lecet dan pemiliknya di luar Sulawesi.
”Kalau untuk nasabah baru, kami tentu memberinya kartu ATM baru. Sementara kartu ATM yang diperlihatkan pak Ilyas sudah tua dan hurufnya sudah lecet-lecet,” katanya.
Soal tergantinya kartu ATM milik Ilyas, kata Ruslan, itu tanggungjawab nasabah pemegang kartu. Karena itu terjadi di luar kantor. ”Boleh saja pak Ilyas kena hipnotis, tapi mungkin takut sama keluarganya sehingga tidak berani berterus terang dan menceritakan apa adanya,” jelas Ruslan.
Menurut Ruslan, proses pembuatan kartu ATM sudah sesuai dengan prosedur. Ia menjelaskan, pihaknya sudah berupaya untuk mengetahui siapa pelaku sebenarnya. ”Kami sudah buka lewat CCTV. Kami juga sudah bekerjama dengan pihak kepolisian,” katanya.
Dari hasil rekam CCTV pada 27 Oktober 2016 dengan dibuktikan hasil print out dari pihak BRI, tertera sepuluh kali penarikan selama satu hari itu, masing-masing ATM Muh Ilyas SE ke M Yunus Rp750.000 pada pukul 14.55, ATM Muh Ilyas ke Muh Yunus Rp10 juta pukul 15.55, ATM Muh Ilyas SE ke Susi Susilowati Rp30 juta pukul 15.56, ATM Muh Ilyas ke Susi Susilowati Rp750.000.
Kemudian penarikan berikutnya, tambah Ruslan, sebesar Rp2 juta, Rp2,5 juta, Rp2,5 juta, Rp2 juta dengan nomor 522184501241 838000440166 dan Rp800.000 pada nomor rekening 522184501241 838000051022. ”Makanya, tidak ada kita tutup-tutupi. Yang jelas, kartu ATM pak Ilyas yang diterima dari BRI Unit Balang saya jamin asli. Tapi kartunya tertukar di luar, bukan lagi tanggung jawab kami,” jelas Ruslan (krk/mir/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top