MUI Tolak Demo, SYL Minta tak Ada Gesekan – Berita Kota Makassar
Headline

MUI Tolak Demo, SYL Minta tak Ada Gesekan

MAKASSAR, BKM — Rencana demonstrasi besar-besaran anti Ahok akan digelar di berbagai daerah 4 November mendatang. Termasuk di Makassar. Namun, rencana tersebut tidak disetujui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar. Ketua MUI yang juga Ketua PBNU Kota Makassar, Dr KH Baharuddin HS,MA menyatakan bahwa demontrasi merupakan demokrasi ala barat. Bukan akhlakul karimah.
Apalagi demontrasi tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Aksi tersebut hanya akan menyanjung Ahok dengan menganggap dirinya hebat menghadapi jutaan umat Islam.
“Demo adalah demokrasi barat. Demo adalah akhlak yang tidak baik,” kata Baharuddin kepada BKM melalui telepon selularnya, Selasa (1/11).
Dirinya sangat tidak setuju dengan penyampaian aspirasi melalui cara demontrasi. Aksi tersebut bukanlah akhlak yang terpuji jika menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang sangat besar, seperti mengganggu masyarakat dan merusak taman dan fasilitas umum lainnya.
“Kalau saya bicara sebagai ketua NU, maka saya tidak setuju. PBNU sudah keluarkan larangan untuk itu. Demo juga itu mengganggu masyarakat dan merusak fasilitas umum,” tandasnya.
Dia menyarankan kepada seluruh organisasi masyarakat (ormas), khususnya ormas Islam untuk menyampaikan aspirasi dengan baik, dengan cara akhlakul karimah. “Untuk ormas agar perwakilannya saja yang menyampaikan aspirasinya kepada siapa yang berhak. Sampaikanlah kepada DPR atau kepolisian. Itu baru akhlak yang baik. Siapakah mau diteriaki di jalan?” katanya dengan nada tanya.
Untuk kasus Ahok yang diduga menistakan agama, Baharuddin menjelaskan bahwa hal itu merupakan pencemaran agama. Dan untuk permohonan maaf yang telah disampaikan Gubernur DKI Jakarta non aktif itu kepada ummat Islam, dirinya mengaku menerima. Hanya saja proses hukum tetap dijalankan agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi untuk kedua kalinya.
“Kita ini negara hukum. Kasus Ahok itu adalah kesalahan, sehingga perlu diproses hukum untuk peringatan supaya tidak terjadi kedua kalinya,” ujarnya.
Terpisah, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berharap aksi demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan ormas Islam 4 November mendatang berjalan tertib dan aman.
Dia menekankan, menyuarakan aspirasi adalah hal yang wajar. Namun aspirasi itu harus disampaikan dengan cara-cara yang baik.
“Saya berharap Sulsel tetap aman-aman saja. Mari kita jaga ketertiban di Sulsel. Jangan sampai ada kontraksi yang bisa berujung anarkis,” katanya kepada wartawan, Selasa (1/11).
Jikalau memang masyarakat di Sulsel melakukan aksi solidaritas seperti yang akan digelar di Jakarta, dia berharap tak ada gesekan dan aksi anarkisme yang membuat citra daerah ini menjadi tidak baik. Dia berjanji apapun aspirasi yang akan diperjuangkan nantinya, akan disalurkan ke tempatnya. (man-rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top