Berita Kota Makassar | Dua Hari Diperiksa, OT Terus Mengelak
Headline

Dua Hari Diperiksa, OT Terus Mengelak

IST JAGA-Sejumlah petugas kepolisian berjaga-jaga di rumah terduga pelaku pembunuhan untuk menghindari terjadinya hal-hal tidak diinginkan.

GOWA, BKM — Hingga Selasa (1/11), penyidik Polres Gowa masih terus mendalami kasus tewasnya Mappakaya Dg Emba (58), warga Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa yang ditemukan tewas di pinggir Danau Mawang, Senin (31/10) pukul 06.00 Wita.
Pemeriksaan terhadap OT (40) yang diduga sebagai pelaku tewasnya pemborong proyek bangunan di BTN Gowa Sarana Indah, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu sepulang dari acara akikah salah satu pekerjanya di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros sehari sebelumnya, masih terus berlanjut.
Namun, penyidik kepolisian dibuat bertanya-tanya dan heran. Sebab dalam dua hari diperiksa, terduga pelaku masih terus mengelak dan menyatakan tidak terlibat dalam tewasnya ayah lima anak itu, buah pernikahannya dengan perempuan Asni Dg Mami (50) tersebut.
Namun polisi agak terbantu dengan ditemukannya barang bukti motor Yamaha Mio milik korban di rumah OT. Ada pula sebilah parang bersimbah darah, yang diakui terduga pelaku adalah darah ikan, karena yang OT baru saja memancing.
Sementara itu, Senin (31/10) sekitar pukul 20.00 Wita, tujuh unit kendaraan roda empat dan puluhan sepeda motor dari pihak keluarga korban, berkonvoi menuju rumah terduga pelaku yang berada di jalan poros STTP Mawang, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu.
Massa bergerak dari rumah duka usai pemakaman yang dilakukan siang harinya. Mereka mendatangi rumah terduga pelaku dan berharap menemukan salah satu keluarga terduga di sana.
“Terus terang kami sekeluarga marah. Ternyata pelaku tinggalnya di dekat kompleks eks PKG. Sayangnya, tak satupun keluarga pelaku berada di rumah itu. Rumah itu sudah kosong. Yang ada hanya polisi sedang berjaga-jaga dan melarang kami mendekat,” kata Dg Te’ne, salah seorang kerabat korban kepada wartawan, Senin malam.
Karena tidak bisa berbuat apa-apa malam itu, apalagi sampai mendekati rumah terduga pelaku, keluarga korban berjanji tetap akan datang lagi. “Perbuatannya sangat kurang ajar, biadab dan keji. Kalau mau ambil motor orang, ambil saja. Tidak usah sampai sesadis itu menghilangkan nyawa keluarga kami,” cetus perempuan tersebut.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah tetangga terduga pelaku, OT terkesan tertutup dan berperilaku mencurigakan. ”Pantas saja kalau ada kejadian, semisal ada pencuri dikejar oleh warga disini, selalu saja kita kehilangan jejak. Ternyata pelaku orang siniji juga,” kata salah seorang warga setempat.
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi, Selasa (1/11), penyidik masih mengembangkan kasus ini. Motifnya, kata Mangatas, belum diketahui. Termasuk penetapan tersangka belum bisa dilakukan, sebab pemeriksaan terhadap OT masih dilakukan.
”Kita masih menunggu hasil lab yang mencocokkan sampel darah korban dengan yang menempel pada parang yang ditemukan di rumah OT,” jelas Mangatas Tambunan. (sar/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top