Headline

Pemborong Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Pinggir Danau

GOWA, BKM — Pagi-pagi pukul 06.00 Wita, Senin (31/10), warga jalan lingkar Danau Mawang, geger. Sesosok mayat lelaki ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.
Pria malang itu diketahui bernama Mappakaya Dg Emba (58), warga Jalan Malino Raya, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Ia dikenal berprofesi sebagai pemborong, yang saat ini sedang mengerjakan proyek bangunan di kawasan BTN Gowa Sarana Indah.
Korban diduga sudah meninggal sejak semalam sebelum ditemukan, Minggu (30/10). Mayatnya ditemukan oleh seorang mahasiswa yang kebetulan melintas di jalan beton tersebut.
Saat memberikan keterangan kepada polisi, Abdul Halik (19), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar ini mengaku, ia melihat mayat korban dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi tertelungkup bersimbah darah yang telah mengering.
Dari hasil olah TKP yang dilakukan polisi, di tubuh korban ditemukan luka terbuka pada tangan sebelah kiri, kelopak mata membiru, luka terbuka pada dagu yang diduga kena benda tumpul, dan hidung patah.
Informasi yang diperoleh, sebelum ditemukan tak bernyawa, korban disebutkan baru saja menghadiri acara akikah anak salah seorang tukangnya bernama Sapa di Moncongloe, Maros. Selanjutnya melewati Antang, Makassar dan jalan lingkar Danau Mawang.
Korban meninggalkan acara hajatan itu pukul 22.30 Wita. Sejak saat itulah sudah tidak ada hubungan kontak antara korban dengan istrinya, Asni Dg Mami.
Menurut pengakuan Asni, suaminya pergi dengan mengendarai motor Yamaha Mio warna putih DD 5732 UI. Saat mayat korban ditemukan, motor yang digunakannya sudah tidak ada di tempat kejadian. Sementara HP korban tetap ada tersimpan dalam kantong pakaian yang dikenakannya.
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi, Senin (31/10) mengatakan, pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah, menyusul penemuan mayat Dg Emba. Antara lain olah TKP, mengambil keterangan sejumlah saksi dan melakukan proses evakuasi.
Selanjutnya, mayat korban diserahkan ke pihak keluarga setelah dilakukan pemeriksaan medis di RSU Syekh Yusuf. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.
Polisi yang melakukan pengembangan terkait kasus ini, berhasil menemukan jejak seseorang yang diduga sebagai pelaku. Warga kompleks eks PKG (Pabrik Kertas Gowa), Kelurahan Borongloe bernama OT (40) berhasil diamankan. Sehari-harinya OT berprofesi sebagai sopir truk.
”Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga sebagai pelaku. Bisa jadi motifnya murni curanmor. Karena saat olah TKP dilakukan, anggota menemukan minuman keras jenis ballo (tuak),” jelas AKP Mangatas Tambunan.
Selain OT, polisi juga mengamankan motor sebagai barang bukti. ”Dugaan sementara, orang yang diamankan ini adalah pelaku curanmor. Belum diketahui apakah dia pelaku yang membunuh korban Dg Emba atau bukan. Untuk sementara kasus tersebut masih diduga lakalantas. Saat ini unit laka tengah melakukan olah TKP,” terang Kasubag Humas lagi.
Suasana di rumah duka, kemarin dipenuhi dengan isak tangis keluarga. Istri korban, Asni Dg Mami belum bisa memberikan keterangan apapun saat ditanya sejumlah wartawan yang datang.
Seorang putra korban yang juga seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa bernama Fani Harfami (28), bersedia berbagi informasi. Menurut Fani, sebelum ditemukan meninggal, ayahnya baru pulang menghadiri akikah di Moncongloe, Kabupaten Maros. Sekitar pukul 02.00 Wita, Senin (31/10) korban pulang melewati jalan lingkar Danau Mawang.
”Saya baru tahu mayat bapak ditemukan jam 6 pagi. Kondisinya sudah kaku dan banyak luka tusukan di badannya, ” kata Fani Harfami. Bungsu dari lima bersaudara ini memiliki kakak, masing-masing Mulyadini, Ade Irfan, Umi Tantri Relatami dan Ari Purwari.
Camat Bontomarannu, H Rachman Mapparessa, mengatakan sudah ada dua peristiwa serupa yang terjadi di jalan lingkar Danau Mawang. Salah satu pemicunya, karena jika malam hari, suasana di lokasi tersebut gelap gulita akibat tidak ada penerangan lampu.
“Kondisi di wilayah itu memang sangat gelap. Terang bila ada lampu kendaraan, tapi itu hanya sekilas. Sehingga memang sangat rawan terjadi tindak kriminal. Apalagi tidak ada pemukiman di situ,” kata Camat.
Terpisah, Kapolsek Bontomarannu, AKP Ahmad Hamdan yang baru tiba dari memantau kondisi TKP bersama pihak polres, mengatakan kasusnya sudah dilimpahkan sepenuhnya ke Polres Gowa. (sar-ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top