Lapak Bermasalah di Pasar Pa’baeng-baeng segera Dibongkar – Berita Kota Makassar
Headline

Lapak Bermasalah di Pasar Pa’baeng-baeng segera Dibongkar

MAKASSAR, BKM — Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Rahim Bustan telah menginstruksikan untuk dilakukan pembersihan barang di dalam lapak yang didirikan di lahan parkir Pasar Pa’baeng-baeng. Rencananya, bangunan yang tiangnya terbuat dari baja ringan dan berdinding seng itu akan dibongkar dalam waktu dekat.
“Kita mau bongkar itu lapak. Sekarang tim kami masih melakukan pembersihan di lokasi. Minggu ini pasti semua lapak di atas lahan parkir itu sudah tidak ada,” kata Rahim, kemarin.
Diapun mewanti-wanti kepada para seluruh kepala pasar ataupun pegawai PD Pasar Makassar Raya, untuk tidak coba bermain-main dan memanfaatkan jabatan untuk meraup keuntungan pribadi.
Kepada BKM, mantan Ketua Organda Kota Makassar ini mengaku telah menunjuk Mustari sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pasar Pa’baeng-baeng Timur. Mantan Kepala Pasar Terong ini menggantikan Laesa Manggong yang ditangkap dan telah ditetapkan tersangka oleh Polda Sulsel dalam kasus pungutan liar pembayaran lapak.
”Kepala Pasar (Pa’baeng-baeng Timur) sudah saya pecat pada hari Jumat (28/10) lalu. Sebagai plt kepala pasar telah ditunjuk Mustari, mantan Kepala Pasar Terong,” terang Rahim.
Terpisah, Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar kian mengintensifkan pengusutan kasus dugaan penyimpangan dalam penjualan lods Pasar Pa’baeng-baeng. Tim penyelidik terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Surachman mengatakan, pihaknya tetap akan melanjutkan penanganan kasus tersebut. Sekalipun pihak polda juga menanganinya.
“Kita masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang ada hubungannya dengan kasus ini,” ujar Deddy Suwardy Surachman, Senin (31/10).
Deddy menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menangani kasus ini. Jaksa masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan. Sebab, kata dia, alat buktilah yang nantinya akan dijadikan dasar apakah tersangka terbukti atau tidak di persidangan.
“Kita tidak mau kalau alat buktinya kurang atau tidak cukup. Takutnya nanti muncul anggapan kalau kasus ini dipaksakan,” tandasnya.
Deddy menuturkan, pihaknya mengusut kasus ini lantaran ditemukan adanya dugaan penjualan lods di atas lahan parkir yang merupakan fasilitas umum (fasum). Berdasarkan informasi yang dihimpun, lods dijual oleh oknum pengelola dengan kisaran antara Rp25 juta untuk bagian belakang dan Rp40 juta untuk lods bagian depan.
“Pekan ini kita akan lakukan pemeriksaan lagi. Masih ada beberapa saksi kita panggil untuk dimintai keterangannya,” terangnya. (arf-mat/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top