Baliho Sapma Hanura Perekat Siap-Bisa – Berita Kota Makassar
Politik

Baliho Sapma Hanura Perekat Siap-Bisa

BKM/KARKUL PEREKAT--Baliho milik Ketua DPC Partai Hanura Jeneponto H Mulyadi Mustamu berdampingan dengan baliho milik Ketua DPD Sapma Hanura Sulsel Isman Triyadu Iksan Iskandar. Baliho iini dinilai memperekat bupati dan wakil bupati

JENEPONTO BKM–Baliho milik putra Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Isman Iksan Krg Kulle menjadi perhatian masyarakat lantaran terkesan menjadi perekat antara bupati Iksan dengan wakil bupati Mulyadi Mustamu Krg Tinggi. Baliho milik Isman dengan ucapan selamat hari sumpah pemuda dengan latar belakang sebagai ketua DPD Satuan Pelajar Mahasiswa (Sapma) Partai Hanura Sulsel terpasang berdekatan dengan baliho milik Mulyadi yang juga Ketua DPC Partai Hanura Jeneponto.
Kedua baliho tersebut terpasang di sudut-sudut kota, seperti di Taman Patung HV Worang Belokallong serta depan Parang Passamaturukang Bontosunggu.
Dosen Ilmu Politik Universitas Negeri Makassar (UNM) DR H Sabaruddin Anwar menilai ada kesan bila Iksan dan Mulyadi tetap berpasangan di Pilbup Jeneponto 2018 mendatang. “Sepertinya Bupati Jeneponto H Iksan Iskandar dan Wabup Mulyadi Mustamu yang pernah mengusung tagline Siap-Bisa akan berpasangan kembali. Pasalnya baliho putra bupati Isman Triyadi sebagai alat perekat. Keduanya Siap-Bisa jilid dua, karena itu tadi bersanding baliho Ketua Sapma Hanura Sulsel,”jelas Sabaruddin saat ditemui di RM Assifa Bontosunggu, Senin (1/11).
Menurut Sabaruddin, jika keduanya masih berpasangan, maka diprediksi masih tetap unggul pada Pilbup nanti.
Politisi PPP H Hasbullah Mangung juga berpendapat senada bahwa ada benarnya bila baliho milik Ketua DPD Sapma Hanura Sulsel Isnan dapat memperekat bupati dengan wakil bupati.
Hanya saja, Hasbullah yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Jeneponto ini tidak sependapat bila adanya perang baliho.
Menurutnya, saat ini suhu politik sudah mulai memanas, ditambah semakin maraknya baliho yang terpasang, namun targetnya tidak jelas. “Kalau mau sosialisasi untuk Pilkada yang masih lama percuma, pasti robek dihempas angin. Mending biaya untuk baliho diberikan kepada orang yang kurang mampu mungkin lebih ada manfaatnya,”sindir Hasbullah. (krk/rif/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top