SKPD Bertambah Lima, Tiga Bagian Dilebur – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

SKPD Bertambah Lima, Tiga Bagian Dilebur

BKM/SAR PARIPURNA -- Suasana sidang paripurna DPRD yang digelar di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa terkait Ranperda Pembentukan dan Penyusunan Perangkat Daerah dan dua Ranperda inisiatif dewan.

GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Gowa kepada DPRD Gowa. Penyerahan itu dilakukan bupati dalam rapat paripurna DPRD di Baruga Karaeng Galesong, kantor Pemkab Gowa, Jumat (28/10).
Dokumen Ranperda pembentukan dan susunan perangkat baru daerah tersebut diterima langsung Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate didampingi tiga wakil ketua dan anggota DPRD Gowa. Adnan mengatakan, Ranperda ini dikembangkan secara bersama-sama oleh seluruh SKPD yang membidangi urusan pemerintahan sebagaimana diatur dalam bagian lampiran Undang-undang Pemerintah Daerah mulai dari tahap perumusan, konsultasi, finalisasi, dan harmonisasi.
”Kalau Perda ini telah disahkan akan diatur dalam teknis Perbup. Proses ini agak lama karena keinginan kita untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada selama ini,” kata Adnan dihadapan paripurna yang hanya dihadiri sebanyak 30 orang dari 45 anggota DPRD Gowa.
Dikatakan Adnan, rencananya pada akhir Desember tahun ini pembentukan dan susunan perangkat daerah dapat dilaksanakan sesuai dengan Perda. ”Saat ini ada 38 SKPD. Namun dengan adanya Perda ini maka jumlah SKPD akan bertambah menjadi 44 SKPD pada perubahan struktur. Ada yang statusnya ditingkatkan dari eselon III menjadi eselon II seperti kantor ketahanan pangan menjadi dinas ketahanan pangan. Begitu juga dengan kantor perpustakaan dan arsip daerah menjadi badan perpustakaan dan arsip daerah,” tambahnya.
Perubahan struktur juga terjadi pada sekretariat daerah yang bertambah menjadi satu bagian. Ada juga beberapa bagian yang akan dilebur jadi satu bagian saja. ”Ada tiga bagian dilebur jadi satu, ada juga sub bagian yang dikeluarkan menjadi bagian tersendiri seperti sub bagian perlengkapan pada bagian umum menjadi bagian perlengkapan. Jadi ada tambahan empat bagian sehingga jumlah bagian yang tadinya 10 bagian menjadi 11 bagian,” jelasnya lagi.
Di tempat yang sama bupati juga menanggapi dua buah Ranperda inisiatif DPRD, yakni Ranperda tentang Pencegahan Penyakit Menular TB-Kusta-HIV dan Ranperda tentang kebersihan. Asriady Arasy selaku Ketua Pansus Pencegahan Penyakit Menular TB-Kusta-HIV, mengatakan, Ranperda tentang Pencegahan Penyakit Menular di Gowa perlu mendapat perhatian.
Sebab, Gowa adalah penyumbang penyakit TB-Kusta kedua di Sulsel. Bahkan, penyakit infeksi TB adalah pembunuh nomor satu di Gowa untuk saat ini. Sedangkan untuk jumlah pasien HIV di Gowa sekarang ada 175 orang yang berobat di Makassar.
”Dengan pembentukan Perda ini yang pada dasarnya merupakan upaya untuk membentuk payung hukum dan prosedur bagi pemerintah daerah untuk melakukan kebijakan perlindungan warga masyarakat dibidang kesehatan khususnya masalah pencegahan penyakit menular tersebut,” jelas Asriady.
Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Kebersihan, Lukman Naba menjelaskan tentang Ranperda kebersihan. Dikatakan legislator Partai Demokrat ini, kesadaran dan prilaku warga untuk membuang sampah dan menjaga kebersihan serta keindahan, belum sepenuhnya dimiliki warga di daerah ini. (sar/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top