Metro

Dewan Tegaskan Sumur Resapan

MAKASSAR, BKM–Daerah resapan air di Kota Makassar sangat minim. Akibatnya, saat hujan deras, genangan air ditemukan di sejumlah titik. Potensi banjir pun cukup besar. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Makassar diminta untuk memperbanyak sumur resapan.

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Makassar, Mesakh Raymond Rantepadang mengatakan, sumur resapan dinilai lebih efektif untuk mengatasi genangan dan banjir.
Selain itu, kata Mesakh, sumur resapan juga menjaga cadangan air di bawah tanah saat kekeringan. Apalagi, ujarnya, sumur resapan tersebut tidak membutuhkan lahan yang luas dan bisa dibuat di lahan yang sempit dengan ukuran 1 meter.
Selain mendorong pemkot dan masyarakat untuk membuat sumur resapan, dewan juga meminta pemkot memperbanyak menanam pohon demi terwujudnya kawasan ruang terbuka hijau (RTH).
“Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan harus ditingkatkan terutama dalam masalah sampah. Minimalisasi sampah yang terbuang ke dalam drainase. Kemudian, perbanyak pembuatan sumur resapan atau biopori di lingkungan perumahan, disertai dengan penanaman pohon. Tak kalah penting adalah tindakan tegas dari pemerintah terhadap pihak-pihak yang menyalahi aturan tata ruang,” tegas Mesakh kepada BKM, Minggu (30/10).
Lebih jauh, kata Mesakh, dalam menerapkan penambahan RTH dan sumur resapan, pemkot tidak akan mengalami kesulitan, sebab ruang kosong yang ditempati gedung perkantoran masih banyak kosong, baik itu milik swasta atau pemerintah. Semua itu dapat menjadi RTH jika pemerintah mendorongnya.
” Disamping menunggu saluran drainase membaik dengan proses pengerukan dan pembangunan, maka solusi ini perlu diterapkan, dan turut mempengaruhi bertambahnya RTH Kota Makassar mencapai 30 persen yang saat ini masih 9 persen,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C Bidang Pembangunan, Fasruddin Rusli mengatakan, untuk mengatasi bannjir dan genangan, pemkot juga harus meningkatkan kedisiplinan dalam menjaga muculnya bangunan liar yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Menurut Politisi PPP itu, mudahnya terjadi banjir karena dipengaruhi buruknya tatanan kota. “Banyak bangunan, baik perumahan dan rumah toko (ruko) yang tidak menyiapkan saluran drainase yang baik. Bahkan beberapa titik saluran drainase ditutup dengan bangunan,” ujarnya.(ita)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top