Tak Hanya Kuliah, Tapi Juga Tanamkan Nilai Kebangsaan – Berita Kota Makassar
Headline

Tak Hanya Kuliah, Tapi Juga Tanamkan Nilai Kebangsaan

IST WISUDA-Syukri dalam sebuah acara wisuda yang dilaksanakan Stikom Muhammadiyah Jayapura. Sudah 11 kali kampus ini melakukan wisuda.

BAIK buruk pengalaman yang diperoleh, semua merupakan berkah. Yang terpenting, apa yang akan dilakukan dari sebuah kejadian yang dialami bisa membawa perubahan baik kepada orang banyak.

Laporah: Muh Yusuf

KURANG lebih 10 tahun sudah Syukri menjadi nakhoda Stikom Muhammadiyah Jayapura. Ada banyak pengalaman berharga yang telah diperolehnya. Terutama dalam pengabdian memajukan pendidikan, hingga menanamkan sedikit demi sedikit menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Di negeri rantau, ada banyak hal unik yang didapat Syukri. Salah satunya, di kampus yang dipimpinnya, tidak hanya orang Papua yang menuntut ilmu disini. Berbagai permasalahan juga mencuat di tengah-tengah mahasiswa. Salah satunya soal pemikiran Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Untuk menyikapi hal itu, dibutuhkan ide dan gagasan kreatif dalam proses jalannya pendidikan yang baik. Karena itu, Stikom Muhammadiyah Jayapura tidak sekadar melaksanakan proses belajar mengajar di kampus. Tapi juga sedikit demi sedikit menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan keutuhan NKRI.
”Hal unik lainnya, sebagian dari mahasiswa kami dan di beberapa tempat di Papua ini, kalau ditanya di mana mesjid, mereka tidak tahu. Tapi kalau ditanya di mana ‘gerejanya’ orang Islam, mereka langsung paham bahwa itu tempat ibadahnya orang Islam,” terangnya.
Dia mengakui, mahasiswa yang ada di daerah ini semua ramah. Toleransi antarpemeluk agama juga tetap terjaga.
”Yang unik lainnya, ada mahasiswa yang belum lancar menulis/membaca. Terutama yang dari daerah pegunungan. Ya, mungkin waktu Sekolah Dasarnya tidak maksimal mendapat pelajaran,” tambahnya lagi.
Menurut Syukri, Papua butuh para pengabdi atau brigade pendidikan untuk melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan guna menjadi pendidik yang tangguh.
“Syukurlah, yang membuat kami bangga dan terharu karena mahasiswa kami sangat respek kepada dosen,” tuturnya.
Meski telah lama merantau di negeri Anggrek Hitam itu, Syukri tak lupa kampung halamannya. Di waktu-waktu tertentu ia tetap meluangkan waktunya untuk menjenguk keluarga, anak serta istri yang ada di Makassar. ”Istri saya tinggal di Makassar. Kerja di Dinkes Gowa,” ujarnya.
Menurut Syukir, dunia pendidikan di Jayapura khususnya, dan Papua secara umum masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Seperti regulasi, SDM dan sarana prasarana.
“Kami bersyukur, karena kampus kita sudah memiliki ribuan alumni. Sudah 11 kali wisuda. Hingga kini yang kami syukuri karena proses pendidikan berjalan lancar, tidak ada sekat diantara mereka. Malah sama-sama memahami kita memiliki misi mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa ada perbedaan,” terang Syukri.
Bagi Syukri, berada di negeri rantau, senantiasa memegang prinsip melakukan hal yang baik demi kepentingan orang banyak.
“Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis. Jadi untuk benar-benar menjadi besar, seseorang harus berdampingan dengan orang lain, bukan di atas orang lain,” kata Syukri mengutip salah satu kalimat bijak seorang filsuf. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top