Berita Kota Makassar | Anak Rawan Alami Kekerasan di Sekolah
Gojentakmapan

Anak Rawan Alami Kekerasan di Sekolah

MAROS, BKM — Kekerasan terhadap anak dan perempuan disinyalir rawan terjadi ditingkat sekolah. Hal itu terungkap dalam dialog publik yang dIlaksanakan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) bersama beberapa jurnalis Maros kemarin. Kabag Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros, M Idrus, menjelaskan, kekerasan terhadap anak bisa saja terjadi di lingkungan sekolah.
Hal itu bisa dilakukan guru, teman kelas, dan kakak kelas. Sementara kekerasan terhadap perempuan banyak terjadi dalam rumahtangga. Sehingga perlu melindungi hak mereka. Ia menyebutkan, kekerasan terhadap anak itu bisa berupa psikis dan fisik. Dicontohkan kasus tindakan asusila yang dilakukan siswa SMA 1 Maros beberapa waktu lalu yang diblow up di media. Itu mendapatkan kecaman dari teman-teman sekolahnya.
”Dalam contoh kasus itu, anak yang disinyalir melakukan tindakan mesum itu, ditolak pihak sekolah. Secara tidak langsung, itu membuat anak menjadi terluka secara psikis. Ada hak anak yang dirampas. Karena adanya tekanan dari lingkungan sekolah membuat anak-anak itu enggan ke sekolah dan belajar. Padahal, mereka punya hak yang sama dalam menuntut ilmu,” jelasnya.
Idrus menjelaskan, untuk meredam kasus itu, diperlukan peran beberapa inStansi terkait. Instansi tersebut, yakni dinas kesehatan, dinas sosial, dinas pendidikan, BKKBD, RSUD Salewangang, Polres Maros, LSM, dan media untuk terlibat dalam P2TP2A. Sehingga perlu tercipta sinergi dan kerjasama yang baik antara semua pihak untuk memaksimalkan kinerja P2TP2A.
Fasilitator Maupe, Ismawati, menjelaskan, pertemuan bersama forum media tersebut akan semakin memperluas akses informasi dan membantu mensosialisasikan P2TP2A kepada warga Maros. Menurutnya, P2TP2A atau merupakan pusat kegiatan terpadu yang didirikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan menyediakan pelayanan bagi masyarakat Indonesia terutama perempuan dan anak korban tindak kekerasan. Dalam memaksimalkan fungsinya di Kabupaten Maros, Lembaga Maupe dalam Program MAMPU bekerjasama Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros. (ari/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top