Headline

Kasus Pemukulan Gegara Uang Panik ke Proses Penyidikan

MAKASSAR, BKM — Penyidik Polsek Tamalate terus mengintensifkan pengusutan kasus pemukulan gegara uang panaik. Bahkan kejadian yang melibatkan seorang pria calon suami terhadap calon istrinya yang rencananya menikah 3 Oktober lalu, telah masuk ke proses penyidikan.
Kapolsek Tamalate, Kompol Amrin AT yang dikonfirmasi, menjelaskan dalam waktu dekat penyidik kembali akan melakukan pemanggilan guna proses hukum selanjutnya.
Dalam kasus ini, pelapor bernama Apriani. Dia mengadukan Aris Siswanto yang sehari-harinya bekerja sebagai security Pegadaian Pasar Terong.
”Kasusnya sudah ditingkatkan dari proses penyelidikan ke penyidikan. Penyidik telah memeriksa saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan itulah kasus ini ditingkatkan ke proses penyidikan. Dalam waktu dekat keduanya akan kembali diperiksa,” kata Amrin, Rabu (26/10).
Jika terbukti dalam pemeriksaan nanti, menurut perwira satu bunga melati di pundaknya ini, tidak tertutup kemungkinan terlapor akan ditetapkan sebagai tersangka. ”Yang jelas, pekan ini penyidik meningkatkan kasus ini ke penyidikan,” tandasnya.
Kasus penganiayaan ini terjadi ketika Apriani datang menemui Ari Siswanto untuk mengingatkan agar menepati janji meminang dirinya. Namun bukan jawaban yang diterima Apriani. Dia malah dipukul oleh pacarnya itu.
Apriani terkena pukulan pada bagian wajah. Ia juga mengalami memar di dahi sebelah kiri, dagu sebelah kiri, perut dan bahu sebalah kiri.
Ari berdalih belum datang melamar kekasihnya itu karena uang panaik untuk mahar belum cukup. Sementara Apriani dan keluarganya hanya meminta untuk menyiapkan uang panai senilai Rp5 juta. (ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top