Kasus Baru Menanti Ahmad Lusi – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Kasus Baru Menanti Ahmad Lusi

BKM/PURMADI DEMO -- Suasana demontrasi puluhan massa yang mengaku menjadi korban Investasi Bodong Uang Dinar Irak mendatangi Mapolres Sidrap, Senin (24/10).

SIDRAP, BKM — Belum tuntas kasus tindak penipuan dan penggelapan dengan 7 bulan penjara, kini sejumlah kasus baru menanti bos Yayasan Ummul Khair dan Yamisa ini.
Salah satunya adalah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Teranyar, Ahmad Lusi dan istrinya Andi Asnada telah ditetapkan sebagangka tersangka dalam kasus ‘money loundring’.
Hal itu terungkap setelah puluhan korban investasi bodong telah resmi melapor sebagai korban.
Kasat Reskrim AKP Chandra Yudha Pranata, menjelaskan korban Ahmad Lusi yang sudah resmi melapor ke Polres Sidrap sudah mencapai 30 orang. Nilai kerugian warga mulai Rp4 juta hingga ratusan juta. “Estimasi kerugian korban yang melapor sekitar Rp1 miliar lebih. Kita BAP kan masing-masing dan sementara dilakukan penyidikan,” ujar Chandra.
Korban lainnya yang mengaku pernah berinvestasi uang Dinar itu, tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Soppeng, Wajo, Luwu, Parepare, Pinrang, Polmas, Majene, Makassar, Gowa dan ada juga di luar pulau seperti Kalimantan, Ternate, dan Jawa.
“Beberapa Polres yang saya sebut itu sudah koordinasi dengan kita terkait laporan korban masing-masing. Mereka sudah lakukan BAP dengan semua laporan tertuju kepada tersangka Ahmad Lusi. Nantilah akan kita cicil pelimpahan berkasnya. Yang jelas, kasus pencucian uangnya sudah resmi kita tetapkan tersangka, Ahmad Lusi dan Istrinya Andi Asnada,” tegas AKP Chandra.
Terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejari Sidrap andi Irfan, yang ditemui terpisah Selasa (25/10) turut membenarkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) Ahmad Lusi dan istrinya sudah diterimah kemarin.
“Sudah ada SPDP-nya dari penyidik Reskrim kami terima. Kasusnya adalah TPPU dan BAPnya displit dua bagian, sementara kita pelajari,” ungkap Andi Irfan di kantornya, Selasa kemarin.
Sebelumnya, puluhan massa korban investasi bodong uang Dinar Irak mendatangi Mapolres Sidrap, Senin, (24/10).
Kedatangan nasabah Yayasan Ummul Khair milik Ahmad Lusi ini untuk mempertanyakan nasib uang mereka yang ditilep dalam bentuk investasi.
Kapolres AKBP Anggi Naulifar Siregar menegaskan dalam kasus ini, tidak ada yang kami kriminalisasi ataupun tutupi-tutupi. Saya selaku pimpinan menyatakan kasus ini tidak ada kepentingan semua ini hanya untuk kepentingan masyarakat yang menjadi korban. (ady/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top