Berita Kota Makassar | Dua Saksi Ringankan Terdakwa
Sulselbar

Dua Saksi Ringankan Terdakwa

PAREPARE, BKM — Sidang kelima kasus pembunuhan Abbas alias Lembbae (40) yang dilakukan terdakwa, Muhlis, kembali digelar di Pengadilan Negeri Parepare, Selasa (25/10).
Sidang kali ini untuk mendengarkan keterangan saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irwan, SH. Kedua saksi yang dihadirkan Erniati dan Erawati yang merupakan warga BTN Lapadde Kecamatan Ujung Kota Parepare,
Didepan Ketua Majelis Hakim, Ariani Ambar, anggota, Novan Hidayata dan Adika Batara, saksi Erniati telah memberikan kesaksianya bahwa tidak mengetahui apa motif pembunuhan dan juga tidak melihat peristiwa terjadinya pembunuhan,”saya tidak tau apa motif pembunuhan dan juga saya tidak liha dibunuh oleh terdakwa,”kata saksi Erniati saat kejadian didepan rumahnya.
Erniati mengatakan, nanti dirinya keluar setelah ada teriakan dari jumiati (kakak ipar terdakwa) minta tolong bahwa ada pembunuhan. Lalu saksi keluar melihat korban dibawah got dengan tersungkur kaku.
Tidak ada yang menolongnya, kecuali dirinya lagsung mengangkat korban keluiar dari got, dimana para warga sudah banyak melihat korban dibawah got tersebut.
Nanti saksi tau kejadian setelah mendegar dari berbagai warga disekitar bahwa yang membunuh korban itu adalah Muhlis.”Saya tidak melihat kejadian, seleasai kejadian baru saya melihat korban jatuh di got tanpa bernyawa lagi,”katanya.
Hal senada diungkapkan, Erawati. Dia mengaku mendengar teriakan minta tolong dari Jumiati yang merupakan kakak ipar terdakwa.
Erawati yang saat itu tidur langsung keluar, karena kejadianya pada ban ramadan tahun 2016 lalu sekitar pukul 21.30 malam.”Saya keluar karena ada teriakan dari kakak ipar terdakwa, tapi tidak saya tau kejadian saat dibunuh, nanti saya lihat korban saat di got dan tidak bernafas lagi,”tuturnya.
Masalah motifnya juga saksi tidak tau, yang jelas ada kejadian pembunuhan dilokasi BTN Lapadde yang kebetulan samping rumah saksi saat kejadian,”yang jelas saya tidak tau apa masalahnya sehingga terjadi pembunuhan,”katanya singkat.
Penasehat hukum (PH) terdakwa Muhlis, M.Y. Rendy SH dan Samiruddin SH, mengatakan pembunuhan terhadap lembabae dinyatan kedua saksi tidak melihat kejadian, yang menguntungkan kami sebagai pembela terdakwa.
Pasalnya, terdakwa melakukan pembunuhan karena tak tega istrinya diganggu oleh korban.
“Kami harus membela hak-hak terdakwa, karena terdakwa terpaksa melakukan pidana karena kelakuan korban yang menganggu istri terdakwa, siapa yang tidak sakit hati kalau istri kita diganggu,”ujar Rendy.
Sidang lanjutan akan digelar pekan depan, Senin (30/10) dengan agenda masih keterangan saksi, ketua majelis hakim meminta kepada JPU agar memanggil Puang Abu, saat disebut namanya oleh istri korban mengenai pembunuhan tersebut. (smr/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top