Geledah Diskominfo, Tim Kejari Bawa Dua Koper – Berita Kota Makassar
Headline

Geledah Diskominfo, Tim Kejari Bawa Dua Koper

MAKASSAR, BKM — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar melakukan penggeledahan di kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Makassar, Selasa (25/10) pukul 09.00 Wita. Penggeledahan tersebut untuk kepentingan penyidikan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan brosur senilai Rp2 miliar.
Proses yang dilakukan tim penyidik dari Bidang Pidana Khusus dan Tim Intelijen Kejari Makassar berlangsung secara tertutup. Hampir seluruh ruangan di kantor yang terletak di Jalan AP Petta Rani ini menjadi sasaran penggeledahan.
Dalam penggeledahan itu penyidik menyita dua koper berupa dokumen dan brosur, yang jumlahnya mencapai ratusan lembar. Semuanya akan dijadikan barang bukti oleh penyidik.
Dalam kasus ini, Kejari Makassar telah menetapkan dua orang tersangka. Yakni pejabat Diskominfo Pemkot Makassar berinisial IM, dan rekanan dari CV Makassar Grafika berinisial JP.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar, Alham membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik. Penggeledahan berdasarkan surat perintah nomor:PRINT-11/Fd.1/R.4.10/10/2016 yang ditandatangani Kajari Makassar, dan izin dari Pengadilan Negeri Tipikor Makassar nomor: 09/x/Pen.Pid.Sus.Tpk/Pn Mks tanggal 24 Oktober 2016.
“Penggeledahan dilakukan guna kepentingan penyidikan dalam kasus yang kini tengah ditangani Kejari Makassar,” ujar Alham usai melakukan penggeledahan, kemarin.
Barang bukti dokumen serta brosur yang disita memiliki keterkaitan dengan kasus yang kini ditangani. ”Ada dua koper yang sudah kita sita sebagai barang bukti. Isinya sejumlah dokumen penting dan ribuan lembar brosur,” bebernya.
Hasil penggeledahan dan penyitaan barang bukti tersebut, nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan, sebagai bukti penyidik telah melaksanakan perintah.
Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Surachman juga membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan tim intelijen dan tim pidsus di kantor Diskominfo Makassar. Mereka mencari bukti-bukti tambahan terkait adanya dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.
“Kita masih terus menggali informasi dan menelusuri pihak-pihak lain, yang kemungkinan saja ada keterlibatannya dalam kasus ini,” ujar Deddy.
Kajari tidak menampik, bila nantinya hasil pendalaman yang dilakukan pihaknya menemukan ada keterlibatan pihak lain, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini.
Kasus yang kini ditangani penyidik Kejari adalah pengadaan brosur di Dinas Kominfo Kota Makassar pada tahun 2015 lalu, yang merupakan program Pemkot Makassar. Hanya saja, anggaran senilai Rp2 miliar itu terbuang sia-sia karena program tidak dijalankan secara efektif.
Tahun lalu, Wali Kota Makassar telah meminta Diskominfo untuk mencetak lebih dari 500 ribu lembar brosur untuk disebar dan ditempel di 500 rumah sebagai petunjuk bagi warga untuk informasi pelayanan.
Di dalam brosur terpadu itu, isinya penjelasan kemudahan mendapatkan layanan pemerintah. Namun, apa yang dilakukan tidak sesuai harapan. Isi brosur terpadu sekadar sosialisasi program, serta tidak ada petunjuk atas layanan Pemkot Makassar. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyatakan mendukung langkah Kejari dalam membersihkan praktik korupsi di jajarannya. ”Apa yang dilakukan tim penyidik Kejari Makassar itu harus kita dukung,” ujarnya, kemarin.
Diapun meminta kepada mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jika terbukti melakukan korupsi, akan ada sanksi tegas kepada yang bersangkutan. (mat-arf/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top