Metro

Dewan Minta Drainase Dikaji Ulang

MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Makassar menilai ada yang salah dalam pembangunan sejumlah drainase di Kota Makassar selama ini. Sehingga setiap musim penghujan datang sejumlah titik di pusat kota terendam banjir hingga ketinggian 50 cm.

Anggota Komisi B, Hasanuddin Leo mengatakan, ada hal yang perlu diubah secara besar-besaran dalam pembangunan drainase. Salah satunya sistem kedalamannya drainase tidak boleh sama dari hilir ke hulu.
“Kami perhatikan pembangunan drainase datar-datar saja sehingga air tidak terlalu mengalir dengan kencang. Makanya perlu diubah sistemnya,” ungkapnya di Gedung DPRD Makassar, Selasa (25/10).
Dia menjelaskan untuk pembangunan drainase semestinya memiliki ukuran kedalaman yang berbeda, jika di hilirnya kedalamannya 40 cm maka di hulunya paling rendah kedalamanyya 60 cm, dengan perbedaan ketinggian sekitar 20 cm, maka air akan mengalir lancar.
“Kalau alirannya juga ditutup maka air pasti akan meluap. Permasalahan kebanjiran tidak pernah teratasi coba ini menjadi evaluasi ulang pemkot untuk berbenah,” tuturnya.
Hal senada dikatakan anggota Komisi B lainnya, Basdir. Badir mengatakan, Pemerintah Kota Makassar harus bekerja keras agar genangan atau banjir di Makassar tidak meluas dan menghambat aktifitas warga. Posko siaga bencana harus aktif 24 jam dengan situasi seperti saat ini.
“PU harus mengantisipasi agar air tidak menggenangi jalan atau pemukiman di saat hujan. Genangan itu muncul akibat adanya permasalahan yang belum terpecahkan oleh pemkot,” katanya.
Lanjut dia, saat ini musim hujan sudah mulai mengguyur Kota Makassar, titik genangan sudah mulai nampak ketika diterpa hujan selama satu jama lamanya. Basdir menilai, genangan itu muncul akibat adanya permasalahan yang belum terpecahkan oleh pemerintah.
“Genangan itu ada karena air tidak mengalir normal. Ini memang perlu dicarikan solusi dengan duduk bersama pihak-pihak lain yang ikut terlibat dalam penanganan banjir ini,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, Kecamatan Biringkanaya tepatnya sekitar wilayah Sudiang sudah menjadi langganan banjir saat musim hujan. Masyarakat diwilayah itu setiap tahun harus menderita. semua itu kata dia masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemkot dalam memberikan kehidupan yang layak dan nyaman pada masyarakatnya.
Selain Kecamatan Tamalanrea, dua kecamatan lainnya juga menjadi wilayah rawan banjir yakni Manggala dan Pannakukang. Bahkan saat musim hujan pada akhir September lalu, rumah warga terendam hingga 30-50 cm selama kurang lebh 12 jam lamanya.
“Tepatnya dijalan Toddopuli VII dan sekitarnya air sudah masuk kedalam rumah warga lagi-lagi ini sistem drainase di Makassar harus terus dipantau,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengimbau kepada semua aparat pemkot tanpa terkecuali terkhusus jajaran SKPD terkait Badan Penanggulangan Bencana, PU, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Camat dan lurah se Kota Makassar segera mempersiapkan kemungkinan terjadinya banjir.
Danny sapaan akrab wali kota juga mengeluarkan edaran segera membuka posko siaga banjir diwilayahnya masing masing.
Terkait adanya edaran tersebut para pimpinan kecamatan wajib meninjau wilayah wilayah yang dianggap rawan banjir. Beberapa laporan kecamatan dimana wilayahnya dianggap rawan akan banjir diantaranya kecamatan Panakkukang, dimana wilayahnya dianggapa rawan banjir diantaranya Jalan Urip Sumiharjo (depan kantor gubernur), Jalan Panaikang, Jalan Tello Baru, Racing Center dan Jalan Perintis Kemerdekaan (depan SPN Batua).
“Beberapa titik rawan, kami telah menyiapkan satgas anti banjir dan mengadakan posko. Satgas juga tetap turun membersihkan dreinase,” jelas Camat Panakukang, Thahir Rasyid.
Kesiapan juga dilakukan Kecamatan Makassar. Kecamatan Makassar juga telah membentuk satgas anti banjir. Bahkan anggota Punggawata juga difungsikan, bersama para tokoh masyarakat.
“Untuk wilayah Kecamatan Makassar, hingga saat ini belum ada wilayah yang rawan banjir. Adapun genangan bila mana sedang hujan, namun kalau hujan reda genangan juga hilang,” ungkap Camat Makassar, Ruly.
Camat Mariso, Harun Rani juga membuka posko siaga banjir untuk warganya sebagai langkah antisipasi banjir.
“Ada laporan langsung ditindaklanjuti, posko sudah kami siapkan dan termasuk petugasnya,” ungkap Harun.(ita-jun/war/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top