Berita Kota Makassar | Bukan Ajang Pamer, Klaim tak Eksklusif
Headline

Bukan Ajang Pamer, Klaim tak Eksklusif

TREN untuk membentuk klub arisan yang sekaligus menjadi ajang jumpa-jumpa di kalangan sosialita saat ini cukup menjamur. Bukan hanya di Jakarta, di Makassar pun aktifitas itu bisa dijumpai.

Laporan: Rahmawati Amri

SALAH satu klub arisan yang dibentuk sosialita Kota Daeng dan cukup eksis berkegiatan adalah Pasolle. Anggotanya cukup terbatas. Hanya sembilan orang. Mereka merupakan wanita-wanita yang cukup sukses dan punya nama di Makassar. Diantaranya ada Sherly Farouk, istri Ketua DPRD Makassar, Farouk M Beta. Ada juga Ira Yusuf yang berprofesi sebagai notaris, Hermina Donna, seorang kontraktor dan politikus dari PDIP. Anggota arisan lainnya adalah Fitrizki Utami berprofesi sebagai notaris dan dosen. Pengusaha wanita Tenri Shui Andi Patau, serta Uci Sagita yang berprofesi sebagai pengusaha.
Setiap bulan, mereka bertemu dalam kegiatan arisan. Tempatnya ditentukan sesuai kesepakatan bersama. Terkadang di kafe, di luar Kota Makassar seperti Bili-bili. Malah, bulan lalu, mereka agendakan arisannya di Bali. Sambil bersilaturrahmi, mereka juga bisa refreshing lepas dari kepenatan dan rutinitas kerja.
Ikhwal mereka membentuk grup arisan, bukan karena tren atau ikut-ikutan. Namun, ada tujuan spesial yang diharapkan dari ajang kumpul-kumpul tersebut. Seperti yang dikemukakan Sherly. Wanita modis yang ramah ini mengatakan, sebenarnya inti dari pembentukan klub arisan Pasolle bukan cuma sebatas ngumpul, setor uang arisan yang kemudian diundi, terus pulang. Tujuan utama pertemuan dalam arisan yang mereka bentuk sebenarnya sebagai ajang kumpul-kumpul, menjalin silaturrahmi, saling berbagi pengalaman atau sharing dan momen untuk menemukan ide atau gagasan dalam membuat kegiatan-kegiatan positif yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Wanita yang juga tergabung dalam pengurus Yayasan Jantung Sehat ini menekankan, sebenarnya arisan itu menjadi tujuan kedua. Yang utama adalah ajang silaturrahmi sesama anggotanya. Mengingat rata-rata mereka merupakan wanita karir, dikemaslah pertemuan mereka dalam bentuk arisan supaya ada rasa wajib menghadiri agenda tersebut.
Kendati seluruh anggotanya merupakan perempuan dengan penampilan modis dan berkelas, namun Sherly menampik jika klub arisan mereka eksklusif dan hanya membicarakan keglamouran. Apalagi ajang pamer antarsesama anggota.
Menurutnya, pertemuan antarsesama anggota sama sekali jauh dari kesan yang dibayangkan masyarakat. Mereka bertemu dalam kondisi santai, tanpa beban, tanpa menjaga imej (jaim), dan jauh dari kesan pamer.
“Kami bentuk arisan Pasolle, murni karena antarsesama anggota punya ikatan kesamaan atau chemistry. Untuk jalin silaturrahmi. Selain itu, juga menjadi ajang refreshing maupun saling curhat. Mengingat rata-rata anggotanya wanita karir,” kata wanita yang telaten menjaga penampilannya itu.
Hal itu diamini anggoa arisan lainnya, Ira Yusuf. Menurut wanita berhijab ini, sebenarnya arisan merupakan tujuan kedua. Makanya, para anggota tidak mempermasalahkan nilai uang arisan yang harus dikumpulkan.
“Yang terpenting adalah silaturrahmi dan kekompakan antara sesama anggota,” jelasnya.
Bukan hanya itu. Ajang kumpul-kumpul juga kerap digunakan untuk berdiskusi dan merencanakan aksi-aksi sosial. Biasanya, ide untuk bakti sosial muncul secara spontan dan didukung penuh oleh seluruh anggota Pasolle. Seperti anjangsana ke panti asuhan dan sebagainya.
Ide spontan mereka itu selalu sukses dilaksanakan tanpa harus direncanakan berlama-lama. “Jadi kami kumpul bukan sekadar nongkrong saja,” jelas Ira. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top