Berita Kota Makassar | Ahmad Lusi Tersangka Kasus TPPU
Sulselbar

Ahmad Lusi Tersangka Kasus TPPU

JELASKAN -- Kapolres Sidrap dan Kasat Reskrim memberikan penjelasan kepada perwakilan pendemo soal penganan kasus Investasi Bodong Ahmad Lusi, diruang Data Mapolres Sidrap, Senin (24/10).

SIDRAP, BKM — Puluhan massa korban investasi bodong uang Dinar Irak mendatangi Mapolres Sidrap, Senin, (24/10).
Kedatangan nasabah Yayasan Ummul Khair milik Ahmad Lusi ini untuk mempertanyakan nasib uang mereka yang ditilep dalam bentuk investasi.
Perwakilan pendemo diterimah Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar dan Kasat Reskrim AKP Chandra Yudha Pranata. Mereka mendesak Polres untuk mengembalikan uang dinar yang disita sebagai barang bukti.
“Dalam kasus ini, tidak ada kriminalisasi. Saya menyatakan kasus ini tidak ada kepentingan kami. Semua ini hanya untuk kepentingan amsyarakat yang menjadi korban,” ujar Kapolres AKBP Anggi Naulifar Siregar kepada perwakilan pendemo di ruang data Mapolres Sidrap kemarin.
Mengenai kasus yang melilit Ahmad Lusi, kata Anggi, itu sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) dan pengangan sebuah kasus pidana.
“Kami sudah capek difitnah. Ingat kasus ini semata-mata tidak ada kepentingan apa-apa dalam diri kami, dan kami aparat justru berupaya keras bagaiamna uang korban bisa kembali dengan jalan korban melapor secara resmi,” tegas Kapolres.
Anggi menegaskan dalam aksus investasi bodong Uang Dinar Irak yang dilakoni Ahmad Lusi sejak 2003 itu, tidak berkaitan dengan kasus Kanjeng DImas di Probolinggo.
“Kasus inikan duluan kami ungkkap sejak April lalu. Kalau berkaiatan Kanjeng Dimas itu tidak ada. namun modusnya hampir sama, yakni mengatasnamakan Islam dengan ajarannya, punya pengikut tetap dengan doktrin ajaran yang kental. Hanya bedanya, kasus Ahamd Lusi bukan penggandaan uang, melainkan kasus investasi bodong karena korban tidak pernah merasa diuntungkan disini,” lontarnya.
Kapolres berharap masyarakat yang menjadi korban tetap bersabar menunggu hasil penanganan kasus Ahmad Lusi. Sebab, semua aset milik Ahmad Lusi itu diamankan demi kepentigan penyidikan termasuk menghindari terjadinya penjarahan besar-besaran yang dilakukan oknum-oknum yang merasa dirugikan.
“Kami minta yang merasa korban melapor resmi. Percayakan kami menangani kasus ini dengan seadil-adilnya tanpa ada diskriminasi. Ingat, ini semata-mata kepentingan kalian semua sebagai korban,” lontar Kapolres.
Massa pendemo membubarkan diri setelah diberikan penjelasan menegnai ketidak pastian adanya keuntunga dalam investasi uang dinar Irak tersebut.
Kapolres juga berjanji akan mengembalikan uang dinar yang semula disita sebagai barang bukti.
“Semua uang dinar milik korban tetap akan kami kembalikan, cuma butuh prosedural yang harus dipenuhi. Jadi saya minta masyarakat tetap bersabar dan jangan terpancing berbuat anarkis,” tandasnya.
Kasat Reskrim AKP Chandra Yudha Pranata, menambahkan korban Ahmad Lusi yang sudah resmi melapor ke Polres Sidrap sudah mencapai 30 orang.
Adapun nilai kerugian dari laporan warga bervarian mulai Rp4 juta hingga ratusan juta. “Total estimasi kerugian korban melapor seluruhnya kita hitung mencapai Rp1 miliar lebih. Kita BAP kan masing-masing dan sementara kita dalam penyidikan,” kata Chandra. (ady/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top