Headline

Pungli Warga Miskin, Pendamping PKH Dipecat

LUWU, BKM — Sungguh keterlaluan apa yang dilakukan HSN ini. Ia sampai hati melakukan pungutan liar (pungli) terhadap warga miskin.
Sehari-harinya HSN bekerja sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Lamasi Timur, Kabupaten Luwu. Diduga ia terlibat pungli dalam penyaluran dana PKH yang diperuntukkan bagi Keluarga Sangat Miskin (KSM), dari Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Luwu.
Tidak heran jika kemudian Bupati Luwu, Andi Mudzakkar merestui pemecatan HSN sebagai PKH. Menurutnya, pemecatan HSN kini tengah berproses di Kemensos.
”Saya sudah setuju. Proses pemecatannya sedang berproses di Kemensos. Kita tidak akan tolerir praktik pungli yang merasahkan dan merugikan masyarakat,” kata Bupati yang akrab disapa Cakka ini.
Kepala Dinas Sosnakertrans Luwu, Andi Rivai yang dikonfirmasi, Minggu (23/10), membenarkan adanya oknum pendamping PKH di Lamasi Timur yang diduga melakukan pungli atas laporan masyarakat setempat.
Andi Rivai menyebutkan, sekitar 60 warga miskin penerima manfaat PKH mengajukan protes atas ulah HSN yang diduga melakukan pungli. Penerima PKN di Lamasi Timur terbagi tiga kelompok dengan total 375 warga.
”Tim investigasi sudah turun. Sikap kami jelas. Sudah diajukan surat pemecatan dan sedang berproses di Kemensos,” terang Andi Rivai. Ia juga mengakui kasus ini sudah dilaporkan ke Bupati Luwu, Andi Mudzakkar.
Terpisah, Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuari Insan berjanji akan memproses secara hukum jika ada laporan yang masuk terkait dugaan pungli salah seorang oknum PKH di Lamasi Timur.
Data yang diperoleh BKM, menyebutkan HSN diduga melakukan pungli pada 11 item program PKH Lamasi Timur. Dari jumlah tersebut, jumlah pungli yang dilakukan bervariasi. Masing-masing sebesar Rp 70 ribu, Rp65 ribu dan Rp35 ribu.
Pungli tersebut melingkupi pengadaan cat rumah, seragam PKH, bendera PKH, baju bola, bahkan denda tak ikut rapat bagi warga penerima PKH.
Selain itu, ada pula pungli dari pengadaan tas plastik, uang jempitan, uang duka dan dua item lainnya untuk uang Natal dan Maulid.
Item pungli tersebut dibeberkan dalam surat keberatan warga yang ditandatangani Ketua Kelompok Penerima Manfaat PKH di Lamasi Timur Wiwi Palili, Hesti dan Delmi.
Jika merujuk pada aturan yang ada, dana bantuan PKH dari Kemensos RI hanya diperuntukkan bagi dua item program kegiatan. Yakni untuk program pendidikan dan kesehatan bagi warga Miskin penerima manfaat PKH.
Jumlah Penerima manfaat bantuan OKH di Lamasi Timur sebanyak 375 orang, dari total yang sudah menerima manfaat PKH di Kabupaten Luwu sebanyak 4.613 orang masyarakat miskin. Sedang daftar antre yang kembali diusulkan menjadi penerima manfaat PKH di Kabupaten Luwu semester akhir per bulan Desember 2016 sebanyak 5.289 orang, sesuai data yang sudah divalidasi oleh tim pendamping program PKH. (wan/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top