Headline

Polisi Usut Aliran Pungli di Jembatan Timbang Maccopa

MAROS, BKM — Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel telah menetapkan 10 orang tersangka dalam kasus pungutan liar (pungli) di jembatan timbang Maccopa, Maros. Pengembangan kasus ini tengah dilakukan tim Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus).
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera ketika dikonfirmasi, Minggu (23/10).
”Penyidik masih melakukan pengembangan terhadap para tersangka, khususnya oknum PNS yang tertangkap. Ini untuk mengetahui kepada siapa uang hasil pungli itu mengalir. Apalagi dari pengakuannya, ada yang disebutkan diberikan kepada oknum wartawan, LSM hingga honorer,” terang Frans Barung.
Mereka yang dijadikan tersangka ini sebelumnya terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim khusus Polda Sulsel. Dari 10 orang itu, satu diantaranya merupakan PSN Dinas Perhubungan, lima orang tenaga honorer serta empat orang kernet truk.
OTT berlangsung Kamis (20/10) tengah malam pukul 23.00 Wita. Para tersangka tertangkap karena menerima pembayaran yang tidak sesuai prosedur di jembatan timbang. Sebelum dilakukan OTT, petugas terlebih dahulu melakukan pengintaian selama dua hari.
”Selama dua hari diintai. Begitu mengetahui ada kernet truk melakukan pembayaran tanpa melalui timbangan, bahkan karcis pun tidak diberikan, langsung dilakukan penangkapan,” terang Frans Barung lagi.
Dari lokasi OTT, petugas menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya uang senilai Rp12 juta, potongan karcis, buku mutasi, slip penyetoran ke pemerintah daerah setiap harinya antara Rp1,3 juta hingga Rp2 juta.
Hasanuddin, oknum PNS Dishub yang terjaring OTT, mengakui sebagai komandan dirinya setiap bulan mesti mengeluarkan uang sebesar Rp5,1 juta. Uang tersebut untuk keperluan bayar honorer, uang rokok kepada oknum wartawan, LSM serta bagian khusus untuk staf. Sementara dalam sehari, ia bisa memperoleh Rp4,9 juta.
Jika dikalkulasi, dalam sebulan pendapatan dari hasil pungli di tempat ini bisa mencapai Rp153.300.000. Bila dikalikan dengan 12 bulan, angkanya sebesar Rp 1.839.000.000. Apabila dikali tiga tahun, jumlahnya hingga Rp5.518.000.000.
Berdasarkan hasil penyidikan yang ditemukan pada saat OTT di Jembatan Timbang Maccopa, kerugian negara rata-rata mencapai Rp10 juta per hari. Jika dikali 30 hari, jumlahnya Rp300 juta. Bila dikalikan 12 bulan sebesar Rp3,6 miliar. Sementara jembatan timbang di Sulsel sebanyak 11 titik.
Pascapengungkapan kasus pungli ini, operasional jembatan timbang Maccopa akhirnya dihentikan.
Selain di jembatan timbang Maccopa, tim Propam Polda Sulsel juga menjaring seorang anggota Polres Gowa. Oknum berinisial K berpangkat brigpol itu ditangkap, Sabtu (22/10) siang.
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan mengkonfirmasi penangkapan itu. ”Bripol K bertugas di Satreskrim Polres Gowa. Ia menjalani pemeriksaan di Polda Sulsel,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera juga membenarkan penangkapan Brigpol K dalam sebuah OTT. Brigpol K diduga melakukan pelanggaran berupa penyalahgunaan wewenang dalam proses penyidikan. (ish-sar/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top