Sulselbar

Kapolres Bantah Ada Tahanan Diistimewakan

LUTIM, BKM — Setelah mengadukan Kapolsek Burau, AKP Hariadi Tukiyar ke Mapolda Sulsel pada 23 September lalu pelaku dugaan pengancaman, Suharto kembali membeberkan adanya tahanan yang diistimewakan di Polsek Burau.
Menurutnya, dirinya melihat ada tahanan yang keluar masuk di dalam sel. Bahkan, tahanan tersebut juga diperbolehkan pulang pada pukul 21.00 wita malam untuk menginap di rumah dan kembali ke sel tahanan pukul 05.00 Wita esok harinya.
“Saya satu sel dengan itu tahanan dek sehingga saya tahu, dia juga diantar dengan menggunakan mobil patroli Polsek Burau,” ujar Suharto yang didampingi istrinya, Hernawati di Warkop 33, Desa Puncak Indah, Malili.
Sebelumnya, istri pelaku, dirinya juga telah bermohon penangguhan penahanan untuk Suharto namun permintaan tersebut tidak dipenuhi. “Suami saya datang sendiri di Polsek waktu itu dan langsung ditahan. Saya ajukan penangguhan karena kapolsek janji akan memberikan, ” ungkap Hernawati.
Ia menambahkan, dalam kasus yang menimpa Suharto, penyidik Polsek Burau juga telah memasukkan dua orang saksi yang diketahui bernama Enal dan Sandi padahal kedua orang tersebut tidak ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Saya tahu karena saksi yang ada di TKP, Calling mengakui kalau adiknya, Sandi tidak ada waktu kejadian. Sandi juga sedang sekolah di Palopo sementara Enal waktu itu berada didalam rumah,” ungkap Hernawati kepada awak media.
Informasi yang dihimpun, kasus dugaan pengancaman ini telah menyeret Suharto kesel tahanan Polsek Burau selama 60 hari dan keluar demi hukum. Hingga saat ini, status hukum tersangka juga belum jelas. Soalnya, sejak Jaksa mengembalikan dua kali berkas perkara, penyidik belum juga memenuhi petunjuk Jaksa atau mengembalikan.
“Saya hanya meminta kejelasan hukum suami saya dek, takutnya kalau suami saya keluar daerah mencari pekerjaan nanti dianggap melarikan diri. Kalau kasus ini tidak cukup bukti saya berharap untuk dihentikan tetapi kalau cukup bukti segera dilanjutkan dan jangan digantung seperti ini,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak mengatakan, kasus dugaan pengancaman yang ditangani penyidik Polsek Burau secara hukum masih tetap berjalan meski masa penahanannya telah habis.
“Walaupun masa penahanan habis berkas perkara harus tetap dilengkapi karena masih ada petunjuk jaksa yang harus dilengkapi, itu adalah tugas penyidik masa tahanan itu bukan mempengaruhi penyidikan, penyidikan tetap berlanjut,” ungkapnya.
Menurutnya, pelaku yang mengadukan persoalan ini ke Mapolda itu merupakan hak siapa saja. “Terkait adanya tahanan yang diistimewakan, semua itu bisa dilaporkan benar tidaknya kan kita tidak melihat fakta sebenarnya, jadi siapapun bisa melaporkan tetapi nanti dibuktikan faktanya, akan ada tim nanti yang akan turun,” ungkap Parojahan. (alp/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top