Dewan Soroti Pekerjaan Gedung DPRD – Berita Kota Makassar
Metro

Dewan Soroti Pekerjaan Gedung DPRD

MAKASSAR,BKM– Proyek Rehablitasi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar belum juga tuntas menjelang perampungan, sejumlah hasil pengerjaan satu persatu mulai disoroti dewan.
Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Makassar, Mesakh Raymond Rantepadang bahkan menyatakan kekecewaannya melihat sejumlah hasil pekerjaan yang ada di lantai dasar.
Menurut dia, pelaksana proyek yakni PT Jasmin Konstruksi tidak memperhatikan kerapian dan ketahanan pekerjaan.
“Gedung ini baru diperbaiki, tetapi sudah ada tanda-tanda kerusakan pada dinding yang dilapisi dengan gypsum. Coba kita lihat sendiri bagimana hasilnya mana ada lantainya tidak rata, seperti asal-asalan saja dikerjakan,” ungkapnya, akhir pekan lalu.
Legislator Partai PDIP ini juga menegaskan, sebelum diserah terimakan dari kontraktor ke Dinas Perumahan dan Gedung Perkantoran Pemkot Makassar, maka harus dilakukan pengecekan secara medetail. Pekerjaan yang asal jadi tidak mesti dibayar penuh apalagi jika bobotnya dalam kontrak tidak sesuai dengan yang dipasangkan.
“Ini akan menjadi masalah baru. Saya prediksi pekerjaan tidak akan bertahan lama, kita lihat mi nanti. Perlu ada garansi dari pihak kontraktor kalau ada kerusakan mereka bisa pertanggungjawabkan,” tegasnya.
Selain pemasangan dinding, beberapa pekerjaan lain tidak lepas dari komplain. Diantaranya, lantai yang tidak diperbaiki, sehingga tingginya tidak sama rata, akibatnya penataan meja rapat tidak sempurna.
Hal senada dikatakan anggota Komisi D, Iqbal Djalil. Menurut Iqbal, hasil pekerjaan ini harus dalam catatan, sebab semua bagian yang direhabilitasi tidak ada yang sempurna salah satunya, pekerjaan water close (WC).
“Tegel di WC yang dipasang sangat murahan tidak sesuai standar WC pada umumnya. Semestinya lantai dikerjakan terlebih dulu, tetapi langsung dipasang karpet, ini salah satu trik agar kontraktor menghemat,” ujarnya.
lanjut dia, tegel di dalam WC harus kasar dan nyaman saat diinjak, tidak seperti yang terpasang saat ini yang ketika basah sedikit sudah sangat licin, sehingga membahayakan nyawa orang.
Menyikapi hal itu, pengawas PT Jasmin Konstruksi, Syahmal, membantah jika hasil pekerjaannya tidak berkualitas. Menurut dia, selama proses rehabilitasi ini pihaknya bersungguh-sungguh membenahi semua yang dikerjakan oleh kontraktor sebelumnya. “Pekerjaan kami itu jelas, untuk dinding dan WC pekerjaan dilakukan kontraktor sebelumnya,” ucapnya.
Diketahui, pada 2015 lalu rehabilitasi gedung DPRD dikerjakan oleh PT Aiyangga Nusantara, dengan anggaran sebesar Rp4 milliar lebih, tetapi hingga memasuki akhir penggunaan anggara 2015, PT Aiyangga tidak dapat menuntaskan, masih ada sisa sekitar 40 persen pekerjaan belum tuntas. Sisa pekerjaan itu kemudian dilanjutkan PT Jasmin Konstruksi pada 2016 ini dengan anggaran sebesar RP1,4 milliar.(ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top