Sulselbar

Penyelenggara Pilgub Harus Patuhi Aturan

BKM/ALALUDDIN FOTO BERSAMA -- Ketua Bawaslu RI, Muhammad (tiga dari kiri) foto bersama dengan para stakeholder penyelenggara dan pengawas Pilgub dan Asisten III Pemprov Sulbar.

MAMUJU, BKM — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pusat bekerjasama Bawaslu Provinsi Sulbar menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama stakeholder penyelenggara Pemilukada Sulbar di Hotel D’Maleo, Jumat (21/10). Rakor ini dalam rangka pendidikan pengawasan pemilihan gubernur (Pilgub) dan wakil gubernur Sulbar yang akan berlangsung pada Februari 2017 mendatang.
Rakor ini dibuka langsung Ketua Bawaslu RI, Muhammad. Pada kesempatan tersebut Muhammad berpesan agar para penyelenggara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulbar ditanamkan kejujuran dan mematuhi rambu-rambu aturan yang ada. Rakor ini turut dihadiri pihak Kementerian Aparatur Sipil Negara (ASN), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), KPU Sulbar bersama KPU kabupaten se Sulbar, dan wakil dari Polda Sulbar.
Untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, harus ada data yang akurat. Bahkan, ketua Bawaslu menyoroti terhadap data yang terlalu menonjol pada kabupaten Mamuju yang baru saja melaksanakan Pemilukada bupati dan wakil bupati, tiba-tiba data DP 4 naik menjadi 53.000.
”Makanya kami kaget dan heran terhadap persoalan data DP4 di kabupaten Mamuju dan Mamasa,” tegasnya.
Ia mengingatkan, persoalan DP4 ini harus dilakukan pengawalan secara baik. Karena ini bisa jadi masalah besar di belakang hari. Bahkan akan menimbulkan masalah gejolak pada pelaksanaan Pilkada secara baik. Langkah yang harus dilakukan adalah melakukan kontrol dan melakukan perbaikan yang benar terhadap data wajib pilih yang ada di Sulbar.
Bawaslu meminta kepada semua tokoh masyarakat maupun para aparat kepolisian, Bawaslu serta KPU, haruslah betul-betul menjaga integritas yang baik. Sehingga daerah ini akan menghasilkan Pilkada yang baik pula. Permasalahan pelaksanaan Pilkada sering terjadi akibat adanya ketidakjujuran dan ketidakadilan.
”Makanya, kami selaku Bawaslu pusat mengharapkan para penyelenggara Pilkada di Sulbar, haruslah menjaga nilai-nilai budaya dan nilai kejujuran yang baik. Janganlah melakukan perbuatan yang tidak beretika dan melanggar nilai-nilai budaya kita di Sulbar pada umumnya. Penyelenggaraan Pilkada Sulbar bukan milik siapa-siapa. Tapi itu adalah milik bersama rakyat Sulbar. Untuk itu, kami meminta agar Pilkada gubernur dan wakil gubernur Sulbar, nantinya akan melahirkan pemimpin yang terbaik di mata rakyat Sulbar,” paparnya. (ala/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top