Sulselbar

Tenaga Medis RS Regional Sulbar Merana

MAMUJU, BKM — Para tenaga medis yang ada di Rumah Sakit Umum (RSU) Regional Sulbar meradang. Pasalnya, hingga kini gaji atau insentifnya belum dibayarkan. Padahal, mereka sudah beberapa bulan melaksanakan tugasnya selaku pelayan medis di rumah sakit tersebut. Sedangkan pihak pengelola rumah sakit tak kunjung ada pengertian untuk membayar gaji maupun insentif para tenaga medis ini.
Lambannya pembayaran gaji dan insentif mendorong para tenaga medis di RSU ini berencana melakukan mogok kerja. Lantaran gaji dan insentif mereka mulai bulan April sampai September 2016, belum juga dibayarkan oleh pihak RSU Regional Sulbar. Menurut Direktur RSU Regional Sulbar, dr Andi Munasir atau sering disapa dr Ade, ketika dihubungi BKM melalui telepon selulernya, Kamis (20/10), menjelaskan, permasalahan untuk jasa tenaga medis yang ada di RSU Regional Sulbar memang ada keterlambatan proses penyaluran pembayarannya.
”Tapi itu bukan faktor kesengajaan. Hanya dalam prosedurnya yang terlambat. Gaji untuk jasa medis memang bersumber dari pendapatan daerah. Untuk itu, kami telah melakukan konsultasi ke pihak tim TPAD. Kami juga sudah komunikasikan masalah ini dengan pihak gubernur Sulbar dan sudah ada solusinya. Kita akan tuntaskan proses pembayarannya. Sisa menunggu waktu. Karena pihak tim TPAD telah memasukkan pada mata anggaran perubahan. Kami janji akan tuntaskan permasalahan ini setelah pengesahan APBD Perubahan,” ungkap dr Ade.
Menurutnya, gaji tim medis senilai Rp2 miliar tersebut sebenarnya bukan terlambat dibayarkan. Namun karena adanya rasionalisasi anggaran yang dilakukan Bappeda. Sehingga hal itu terkesan lambat direalisasikan. Diakui, tenaga medis ini terdiri dari dokter umum, dokter gigi, dan perawat.
”Memang sejak April sampai bulan ini belum dibayarkan. Ini tentu tetap menjadi utang rumah sakit dan diusahakan dibayar. Hanya saja kita akan menunggu proses perubahan ini,” ujarnya. (ala/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top