Senggolan di Mal, Mantan Pemain PSM Ditikam – Berita Kota Makassar
Headline

Senggolan di Mal, Mantan Pemain PSM Ditikam

MAKASSAR, BKM — Suasana gaduh tiba-tiba terjadi di halaman Mal Panakkukang, Rabu (19/10) pukul 20.20 Wita. Duel sengit dua lawan satu tengah terjadi di tempat ini.
Satu orang terlihat mengalami pendarahan di bagian leher. Ia baru saja terkena tikaman yang disarangkan lawannya. Situasi kian ribut, disertai teriakan histeris dari pengunjung wanita.
Belakangan diketahui korban yang terkena tikaman itu adalah Risnandar Amri (28). Ia merupakan pemain PSM Makassar tahun 2011. Setelah tidak aktif merumput di kesebelasan kebanggaan masyarakat Makassar itu, Risnandar bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Ihwal peristiwa yang menimpa Risnandar itu bermula ketika ia bersama istrinya hendak menonton di Studio XXI Mal Panakkukang. Di dalam mal, tepatnya dekat eskalator depan Solaria, Risnandar bersenggolan dengan orang lain.
Mereka sempat bersitegang. Kelompok pemuda tersebut langsung menantang Risnandar untuk duel. Tantangan itupun diterima Risnandar.
Mereka pun keluar dari mal. Awalnya perkelahian hanya satu lawan satu. Namun ketika duel tengah berlangsung, tiba-tiba dari arah belakang seseorang menikam leher Risnandar. Diapun langsung jatuh tersungkur bersimbah darah.
Melihat kondisi Risnandar yang terluka, salah seorang pengunjung mal langsung mengevakuasinya ke Rumah Sakit Grestelina di Jalan Hertasning, yang tak jauh dari Mal Panakkukang. Korban yang ditemani istrinya kemudian mendapat perawatan intensif.
Ditemui saat menjalani perawatan, Risnandar menuturkan kalau kejadian yang dialaminya bermula ketika ia bersenggolan dengan seorang pria di dalam Mal Panakkukang.
”Orang itu tersingung dan saya langsung minta maaf. Tapi dia tak terima. Malah mengajak duel. Terpaksa saya layani. Kami duel di luar mal. Tiba-tiba seorang temannya menyerang saya dari belakang dan menikam leherku,” terang Risnandar saat terbaring di rumah sakit.
Sesaat setelah kejadian, aparat Polsek Panakkukang berhasil mengamankan pria yang menikam Risnandar. Ia adalah Yahya (23), warga Jalan Sungai Saddang yang bekerja sebagai karyawan Obral Fashion yang berlokasi di Mal Panakkukang.
Saat ditemui di kantor polisi, Rabu malam (19/10), Yahya memberi penjelasan berbeda dengan Risnandar. Saat kejadian, ia mengaku baru saja selesai menukarkan uang dan akan kembali ke tempat kerjanya. Di perjalanan, ia tidak sengaja menyenggol Risnandar yang berjalan bersama istrinya.
”Saya mau balik ke tempat kerja di lantai satu. Saya bersenggolan tangan dengan dia (Risnandar). Saya langsung dilihat-lihati terus. Dia bilang; kalau bukan di mal saya injak-injak kepalamu,” terang Yahya menirukan perkataan Risnandar.
Mendengar kalimat yang dilontarkan Risnandar, Yahya kemudian bertanya. ”Saya tanya apa maksudnya mengatakan seperti itu. Disitu saya minta dia keluar mal,” jelas Yahya lagi, yang diamankan di Mapolsek Panakkukang dengan luka lebam di bagian mata kiri dan luka gores di tangan kiri.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Muh Warpa mengatakan, pihaknya siap melayani laporan korban dan pelaku. ”Kami siap melayani laporan keduanya untuk diproses hukum,” ujarnya.
Irfan, adik Risnandar menuturkan, kakaknya merupakan mantan pemain PSM. Ia kini bekerja di perusahaan Bosowa Group. Meski telah bekerja, Risnandar masih tetap merumput di lapangan hijau untuk menyalurkan hobinya bermain bola. (ish/rus)

Dikenal Sebagai Pemain
Tenang dan Sabar

RISNANDAR AMRI merupakan pemain PSM era tahun 2010-2012. Ia menempati posisi sebagai gelandang. Sosoknya dikenal sebagai pemain tenang dan sabar saat bermain di lapangan hijau. Sebelum merumput bersama PSM, Risnandar bergabung di PSM Junior.
“Waktu masih usia junior, Risnandar Amir itu dikenal memiliki karakter yang tenang dan sabar saat bermain di lapangan. Mendapat promosi ke PSM senior, Risnandar juga tetap dengan dengan karakter tenang dan sabarnya. Ini yang berbeda dengan rekannya yang cukup temperamen saat bermain,” kata Nurmal Idrus, mantan Asisten Manajer PSM 2009-2011, kemarin. ”Untuk mengukur pemain yang sabar dan temperamen berdasarkan kartu yang dia dapatkan saat bertanding. Kalau Risnandar itu jarang dapat kartu kuning,” tambahnya.
Setelah bergabung dengan PSM senior, Nurmal Idrus mengaku cukup mudah membentuk karakter Risnandar Amir sebagai pemain yang baik dalam bermain. Terlebih Risnandar bisa dengan cepat memahami setiap masukan yang diberikan dan ikut dengan para seniornya.
Karenanya, Nurmal yang kini menjabat sebagai Badan Pengawas PDAM Kota Makassar, mengaku kaget ketika Risnandar terlibat duel dengan seseorang. Apalagi kejadiannya di mal.
”Saya kaget kalau Risnandar terlibat perkelahian seperti itu. Karena bukan hanya Risnandar, seluruh pemain PSM itu sudah teruji psikologi pribadi. Tetapi kita tidak tahu setelah keluar dari PSM,” ucapnya. (arf/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top