Salahi Prosedur, Oknum Wartawan tak Dilayani Samsat – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Salahi Prosedur, Oknum Wartawan tak Dilayani Samsat

BERKAS -- Fotokopi identitas kartu UKW yang dilampirkan didalam berkas pemohon di Samsat Lutim

MALILI, BKM — Profesi wartawan kembali tercoreng. Soalnya, oknum wartawan dari media online yakni, Andi Baso Tenri Gowa menggunakan identitas berupa kartu Uji Kompentensi Wartawan (UKW) yang dikeluarkan oleh dewan pers.
Ia melampirkan identitas tersebut dengan harapan untuk memuluskan pengurusan pergantian plat kendaraan di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Luwu Timur. Namun upaya yang dilakukannya itu tidak mendapat angin segar dari petugas Samsat.
Kanit Reg Ident Mapolres Luwu Timur, Ipda Arifin Nu’man mengatakan, pihaknya tidak memproses permohonan pergantian plat atau pergantian Nomor Polisi (Nopol) itu karena yang bersangkutan diduga menyalahi prosedur karena tak melampirkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
Menurutnya, setiap pergantian plat atau Nopol diwajibkan melampirkan BPKB asli namun pemohon hanya melampirkan STNK atas nama Jumiati dan cek fisik kendaraan yang tidak ditanda tangani. “Berkasnya dikirim via kantor Pos,” ungkap Arifin, Rabu (19/10) kemarin
Dia menjelaskan, pengirim berkas juga dilakukan sebanyak dua kali. Yang pertama, ia (Andi Baso) bermohon menggantikan Nopol kendaraan Toyota Avanza dari DP 1076 GG menjadi DP 1112 kode Luwu Timur.
“Pengirim berikutnya ia bermohon lagi DP 1213,” ungkapnya.
Selain melampirkan identitas, oknum tersebut juga melampirkan surat pernyataan. “Ada surat pernyataan yang berisi, jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan atas pergantian Nopol DP 1076 GG menjadi DP 1213 kode Malili, siap bertanggung jawab atas perubahan Nopol pada kendaraan,” ungkapnya.
Jelang dua minggu, oknum tersebut kembali mengirim berkas permohonan pergantian STNK namun biaya pergantian STNK tidak disertakan dalam berkas sehingga petugas Samsat tidak menindaklanjuti.
“Dia mau pergantian STNK kendaraan daihatsu feroza dengan Nopol DP 3 RS tetapi dia tidak sertakan biayanya apa lagi pajaknya juga menunggal selama tiga tahun,” ungkapnya.
Arifin menambahkan, pengiriman atas nama yang sama diatas juga terjadi di Samsat Belopa, kabupaten Luwu. Kala itu, oknum tersebut bermohon pergantian duplikat STNK kendaraan toyota Avanza dengan Nopol DP 1335 FD. Ternyata, kendaraan tersebut merupakan hasil pencurian.
“Karena tidak diproses permohonannya sehingga dia buatkan saya berita di medianya kalau di Samsat Luwu Timur terindikasi terjadi Pungutan Liar (Pungli),” ungkap Arifin. (alp/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top