Metro

Pemprov Janji Tuntaskan Izin di CoI

MAKASSAR, BKM — Proyek monumental milik Pemprov Sulsel yakni menghadirkan kawasan baru yang representatif di Centre Point of Indonesia (CoI) terus digenjot kendati dengan segala keterbatasan.
Saat ini, Pemprov Sulsel sementara merampungkan pembangunan gedung serba guna yang menjadi bagian dari bangunan Wisma Negara.
Sambil merampungkan gedung berkapasitas sekitar 2.000 orang itu, pemprov berusaha menyelesaikan perizinan yang belum lengkap.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Sulsel, Andi Bakti Haruni, Kamis (20/10) mengatakan, pihaknya masih harus merampungkan izin operasional kawasan tersebut yang belum selesai. Sementara untuk izin-izin lainnya, sudah tidak ada persoalan. Pemprov sudah mengantonginya.
“Tinggal izin operasionalnya yang kami harus rampungkan. Yang lain sudah tidak ada persoalan,” kata Bakti.
Dia melanjutkan, tahun ini, gedung serba guna yang menjadi bagian dari Wisma Negara diharapkan bisa rampung.
“Sejauh ini, progresnya sudah hampir 50 persen. Akan dilanjutkan dengan mobilisasi material on site,” kata Andi Bakti.
Ruang serba guna yang merupakan bagian dari wisma negara, dibangun dengan lebar 40 meter, dan panjang 76 meter.
Saat ini, basement yang berfungsi sebagai tempat parkir telah dirampungkan, sementara Lantai 1 yang merupakan ruang pertemuan tengah dikerjakan. Sedangkan untuk lantai atas akan digunakan untuk utilitas. Gedung tersebut juga akan dilengkapi dengan tempat parkir luar dan taman.
Nantinya selain gedung serba guna, Wisma Negara juga akan dilengkapi dengan restoran, perpustakaan, ruang pertemuan kecil, dan ruangan untuk presiden jika ingin menginap.
Secara keseluruhan, pembangunan gedung serba guna ini menekan anggaran sekitar Rp99,5 miliar dengan anggaran khusus untuk pembangunan struktur mencapai Rp50 miliar. Anggaran tersebut berasal dari APBD Pemprov Sulsel.
Selain gedung serba guna, di kawasan CPI juga sedang dibuat area pasir putih yang bisa jadi sarana rekreasi keluarga. Pantai pasir putih sepanjang 350 meter tersebut juga ditarget bisa rampung akhir tahun ini.
Tahun depan, lanjut Bakti, pihaknya akan fokus pada pembangunan Wisma Negara. Tentunya, untuk mewujudkan rencana itu, dibutuhkan anggaran yang cukup besar yakni kisaran Rp300 jutaan. Itu sudah termasuk pagar dan lansekap taman.
Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, setiap tahun pihaknya selalu berupaya mengusulkan pembiayaan untuk pembangunan Wisma Negara. Baik melalui APBD maupun APBN. Tentunya dia berharap rencana baik untuk menciptakan ikon baru di Sulsel itu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Ia menerangkan, kawasan CoI dibangun untuk masyarakatSulsel. Reklamasi tersebut berbeda dengan reklamasi yang bersoal di daerah lain, karena dilakukan untuk kepentingan mitigasi dan menyelamatkan aset negara. Selain itu, Pemprov Sulsel mendapat bagian 30 persen untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Orang-orang terdahulu kita membuatkan Benteng Rotterdam, kita buat apa? Dengan adanya CoI ini, kita buat Pantai Losari yang tiga kali lebih panjang dari saat ini dan Lapangan Karebosi yang luasnya tiga kali lipat. CPI ini akan menjadi landmark untuk Sulsel ke depannya,” paparnya. (rhm)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top