Miris, Pasien BPJS Tak Digubris Rumah Sakit – Berita Kota Makassar
Metro

Miris, Pasien BPJS Tak Digubris Rumah Sakit

MAKASSAR, BKM — Keberadaan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau yang lebih dikenal sebagai BPJS-Kesehatan adalah sebagai penjamin kesehatan bagi masyarakat.

Hanya saja, keberadaannya masih seringkali menuai keluhan terutama pasien BPJS yang tidak mendapatkan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit.
Begitupun dengan rumah sakit, merawat pasien memang sudah menjadi tugas pokoknya. Namun, seperti biasa, prosedur administrasi lebih didahulukan dibandingkan melakukan pertolongan pertama pada pasien.
Seperti yang dialami pasien Nurdiana, yang menderita penyakit stroke. Suaminya yakni Muhammad Heru, tidak tega melihat istrinya menahan sakit di kepala yang tak kunjung ditangani oleh tenaga medis di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wahidin Sudirohusodo.
“Sudah tiga hari istri saya ditaruh di UGD, tidak diberikan kamar dengan alasan kamar penuh. Padahal istri saya ini sudah kesakitan, tidak bisa bergerak,” ujar Heru, saat dikonfirmasi perihal pemulangan istrinya di RSUD Wahidin, Kamis (20/10).
Ia mengisahkan, Nurdiana, istrinya awalnya mengidap kangker payudara, dan sudah di operasi di RS Awal Bros Makassar.
“Sudah dioperasi, sudah hilang kangker-nya. Tapi sekitar satu minggu yang lalu, istri saya kena stroke. Saya kembali membawa ke RS Awal Bros, dari Awal Bros kemudian istri saya dirujuk ke RSUD Wahidin,” ujarnya.
Bahkan ia kesal, karena selama tiga hari istrinya berada di UGD, hanya disuntik vitamin dan obat penahan rasa sakit saya yang diberikan. Tidak satupun tanggapan dari pihak rumah sakit, mengenai kondisi istrinya.
“Setiap hari istri saya kesakitan, saya lapor ke petugasnya. Tapi setiap kali lapor petugasnya selalu bertanya ini pasien apa? Pasien BPJS atau pasien apa?. Tiga kali saya lapor kan kondisi istri saya, tiga kali juga saya ditanya seperti itu.” ujar pria berumur 57 tahun ini.
Karena kesal dan tidak sanggup melihat istrinya menahan sakit, akhirnya dengan terpaksa ia membawa istrinya pulang pada hari minggu (16/10) malam.
“Saya jengkel, saya terpaksa bawa istri saya pulang. Istri saya ini sudah tidak bisa bergerak, buang air besar dan kecil dilakukan di tempat tidur, sedangkan di UGD itu banyak sekali orang. Itupun waktu saya minta istri saya untuk dibawa pulang, tidak ada petugas yang melarang atau menahan saya. Jangankan ditahan, diantar keluar saja tidak, bahkan infus ditangan istri saya tidak ada yang lepas,” ujarnya dengan nada emosi.
Hingga saat ini kondisi istrinya masih lemah dan hanya bisa terbaring. Bahkan dulu sempat ditemukan tumor di kepalanya.
“Dulu sempat ada tumor di kepalanya. Melihat istri saya tiba-tiba kena stroke dan kepalanya sakit saya khawatir kalau – kalau akibat dari tumor,” imbuhnya.
Ia juga sempat bercerita, pada saat hendak keluar dari RSUD Wahidin, dia diancam petugas RS, bahwa jika ia memaksa keluar maka BPJS milik istrinya tidak aktif.
“Saya masih menunggu waktu satu minggu ini. Saya rencana mau bawa istri saya ke Awal Bros, mau saya periksa kepalanya. Karena kata petugas administrasi Wahidin, kalau memaksa keluar maka BPJS saya tidak aktif untuk dua Minggu,” pungkasnya?.(jun)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top