Menjemput Ajal Usai Anak Bungsunya Menikah – Berita Kota Makassar
Headline

Menjemput Ajal Usai Anak Bungsunya Menikah

BKM/SARTONO DIMAKAMKAN-Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak (baju batik coklat) ikut memadatkan tanah pada proses pemakaman korban kebakaran di Perkuburan Islam Abbanuangnge, Kelurahan Jennae, Kecamatan Liliriaja, Kamis (20/10).

SOPPENG, BKM — Jodoh, rezeki serta maut semua menjadi rahasia Ilahi. Tidak ada satu orang pun yang tahu kapan akan menjemput.
Namun sebelum menghadap keharibaan Yang Maha Kuasa, terkadang ada tanda-tanda yang tidak disadari oleh mereka yang akan ditinggalkan. Seperti yang ditunjukkan Annurah (60), warga Dusun Abbanuangnge, Kelurahan Kembar, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Ia bersama cucunya, Bayu (7) menjadi korban dalam peristiwa kebakaran yang terjadi, Rabu (19/10) pukul 22.00 Wita.
Dari penuturan Agus, putra ketiga Annurah yang ditemui di rumah duka, Kamis (20/10), terungkap adanya tanda-tanda kalau ibundanya itu akan pergi untuk selama-lamanya. Begitu pula dengan Bayu yang merupakan keponakannya.
”Dua bulan terakhir ibu selalu bilang, kalau dirinya meninggal supaya dikubur di dekat kuburan suaminya. Dia juga selalu minta saya untuk cepat menikah. Dia bilang; menikahmo Agus, siapa tahu saya mati, tidak sempatmaka lihat kami menikah, Nak,” kenang Agus menirukan permintaan almarhumah ibunya.
Agus kemudian memenuhi permintaan tersebut. Ia akhirnya menikah dengan gadis sekampungnya bernama Uci Fatmala Dewi, 29 September lalu.
Usai menikah, mereka berempat kemudian tinggal bersama, masing-masing Agus dan istrinya, Annurah serta Agus, keponakan Agus dari saudara tertuanya bernama Makmur.
Dengan nada sedih, Agus yang bekerja sebagai penjahit, mengaku tak pernah menyangka kalau Rabu malam menjadi makan malam terakhir bersama ibunya, Annurah dan ponakannya, Bayu. ”Kami berempat sempat makan bersama malam itu. Setelah makan, saya pergi ke tempat kerja,” ujarnya.
Ketika makan malam itu, Annurah juga sempat menyampaikan keinginannya agar Bayu, cucunya menandu dirinya jika meninggal nantinya.
”Ibu bilang ke Bayu, kalau meninggalka kamu yang tanduka. Bayu menjawab; saya tidak mau tandu karena beratki,” kenang Agus lagi.
Saat hendak berangkat bekerja, Agus melihat ibunya sudah tertidur di depan televisi. Diapun membangunannya untuk masuk tidur di dalam kamar. Setelah itu Agus pergi ke tempat kerjanya.
Sesampainya di tempat kerja, Agus mendapat miscall dari Suci, istrinya. Di saat bersamaan ia melihat kobaran api yang berasal dari kediamannya. Jarak rumah Agus dan tempat kerjanya tidak terlalu jauh.
”Saya langsung pulang ke rumah. Firasatku, pasti ibu sama Bayu tidak bisa menyelamatkan diri,” ujarnya.
Benar saja, Agus mendapati rumah yang selama ini ditempatinya bernaung bersama ibu, ponakan dan istrinya telah rata dengan tanah. Termasuk dua rumah tetangganya yang lain, masing-masing milik Latang dan Nebu.
Bukan hanya Agus yang mendapatkan firasat akan kepergian Annurah. Tapi juga Awal, kerabat korban lainnya. Dirinya pernah diminta oleh almarhumah untuk membujuk agar segera menikah. Alasannya, ia takut tidak bisa melihat anak bungsunya itu menikah.
”Kalau Bayu itu memang selalu sama-sama neneknya. Kemana pun neneknya pergi, pasti dia ikut,” kata Awal.
Kapolres Soppeng, AKBP Dodied Prasetyo Aji menyebutkan, ada tiga rumah yang terbakar dalam peristiwa. Dua korban jiwa dalam insiden ini, masing-masing Annura dan cucunya, Bayu.
”Kami telah mendata para korban. Terdapat tiga unit rumah warga yang terbakar. Dua korban jiwa dalam musibah ini telah dievakuasi untuk diotopsi,” ujar Dodied.
Dari hasil olah TKP, tambah Kapolres, diduga api dipicu dari ledakan tabung gas. Saat itu Annura diperkirakan tengah memasak nasi dan lupa mematikan kompor gas. Ia kemudian pergi tidur. Kemungkinan tabung gas tersebut mengalami panas berlebih hingga akhirnya meledak dan mengeluarkan kobaran api.
Kerugian akibat tiga rumah yang terbakar bersama perabotnya diperkirakan mencapai Rp150 juta. Rumah tersebut terbuat dari dinding kayu sehingga mudah terbakar. Api berhasil dikuasai setelah enam unit pemadam kebakaran tiba di lokasi. Kasus ini ditangani Polsek Liliriaja. (ono/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top