Headline

Haris Minta Polisi Ungkap Pembobol Kantor Perusda

MAKASSAR, BKM — Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemprov Sulsel, Haris Hodi mengaku peristiwa pencurian yang terjadi di Perusda sudah dilaporkan ke Polsek setempat. Pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian untuk menangani persoalan ini.
“Kami sudah serahkan penanganannya ke aparat kepolisian. Biarkan mereka bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini,” kata Haris kepada BKM, Kamis (20/10).
Dia mengaku sudah mendapat laporan dari stafnya jika pelaku pencurian berhasil membawa kabur satu unit laptop yang berisi cukup banyak data penting.
Namun, ketika ditanya apakah ada kemungkinan keterlibatan orang dalam pada aksi pencurian itu, mengingat pelaku yang hingga kini belum diketahui, hanya mengambil laptop sementara uang senilai Rp200 juta tidak disentuh sama sekali, Haris tertawa.
Dia mengaku tak ingin suudzon alias berburuk sangka pada orang. Biarkan aparat kepolisian yang bekerja untuk mengungkapnya.
Ditambahkannya, kemungkinan pencuri untuk membawa lari uang yang juga terdapat di kantor Perusda cukup kecil. Pasalnya, uang tersebut disimpan di brankas yang terkunci rapat sehingga cukup sulit untuk dibobol.
“Uangnya memang agak sulit diambil karena menurut laporan staf saya, tersimpan dalam brankas dengan rapi dan aman,” kata Haris.
Dia berharap seluruh staf dan jajaran di lingkup Perusda Sulsel ke depan bisa lebih waspada dan berhati-hati agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.
Perusda yang dipimpin Haris Hodi merupakan perusahaan yang didirikan Pemprov Sulsel dengan orientasi profit yang bekerja secara profesional.
Perusahaan itu awalnya mendapat bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel untuk dijadikan modal usaha dalam menggerakkan sejumlah aktifitas yang ada.
Haris mengklaim, sejak 2010 lalu, Perusda Sulsel tidak pernah lagi mendapat suntikan modal dari Pemprov Sulsel karena sudah menjalankan sejumlah usaha secara mandiri.
Berdasarkan catatan kinerja Perusda, seperti yang dikemukakan Haris, Perusda Sulsel sudah bisa berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahun.
“Kami sudah bisa mencetak laba sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta setiap tahunnya,” jelas Haris.
Sejumlah unit usaha dengan beragam aktifitas dikelola Perusda Sulsel. Diantaranya, pada tahun 2014, membuka mal Living Plaza. Lokasi tempat berdirinya mal ini sempat tidak difungsikan selama kurang lebih enam tahun.
Dia melanjutkan, tahun 2015, Perusda ambil bagian dalam pembangunan Hotel Grand Sayang Park. Hotel berbintang tiga itu memiliki 100 kamar yang berlokasi di Maccini Sombala of Indonesia (MoI). Sumber dana pembangunan hotel tersebut berasal dari hasil penjualan saham di Lippo Karawaci Tbk.
“Ini juga tanpa bantuan APBD. Targetnya, hotel ini sudah bisa beroperasi di akhir 2016,” ungkapnya.
Tahun 2015, Perusda Sulsel melakukan reengineering bekas bengkel gudang Paotere menjadi terminal peti kemas.
Terkait peristiwa pembobolan Perusda Sulsel, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengaku baru dengar informasi tersebut. “Saya juga baru baca dari media,” ujarnya, kemarin.
Dia berharap aparat kepolisian bisa bekerja secara maksimal untuk mengungkap kasus itu dan pelakunya dapat segera ditangkap.
Terkait kinerja Perusda Sulsel selama ini, secara singkat, Agus mengatakan sejauh ini belum mendapat laporanya secara detail.
“Saya belum dapat laporan detailnya. Kan Perusda ada beberapa. Ada agrobisnis dan lain-lain,” pungkasnya.
Terpisah, Kapolsek Ujung Pandang, AKP Ananda Harahap Fauzi mengatakan, pihak Perusda Sulsel sudah datang melapor secara resmi, Kamis (20/10). Kerugian keseluruhan senilai Rp5 juta, yang terdiri dari satu unit laptop dan uang tunai senilai Rp2,8 juta.
Akmal Patangari yang datang melapor, menjelaskan bahwa saat datang ke kantor, sudah banyak pegawai lain yang masuk. Dia memeriksa barang-barang yang ada di dalam ruangan. Ternyata ada satu laptop dan uang tunai Rp2,8 juta yang hilang.
”Uang itu milik teman saya bernama Risnamawati,” ujarnya saat melapor ke polisi, kemarin.
Laporan korban diterima dengan nomor LP 362/10/2016/Sek Ujung Pandang tertanggal 20 Oktober 2016. Penyidik juga telah mengambil rekaman CCTV untuk mengungkap pelaku.
Menyusul telah adanya laporan resmi dari korban, polisi segera memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangannya. Hanya saja belum bisa ditentukan, karena masih banyak kasus lain yang mesti diselesaikan. (rhm-ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top