Headline

Geluti Dansa Sejak SD, Latihan Tujuh Hari Seminggu

BKM/RAHMAWATI AMRI BERDANSA-Ivan dan Vani menampilkan keahliannya berdansa di panggung pada malam ramah tamah HUT Sulsel ke-347 di jembatan Centerpoint of Indonesia, Rabu malam (19/10).

YANG muda yang berprestasi. Itulah Ivan Otnieliem (17) dan Vani Jusak Otnieliem (15). Di usia belianya, dua bersaudara ini telah mengukir prestasi mumpuni.

Laporan: Rahmawati Amri

BUKAN hanya di skala nasional keduanya mampu berbicara. Melalui keahliannya di cabang olahraga dansa, mereka juga mencatatkan namanya dengan tinta emas di level internasional.
Keduanya baru saja menyabet medali emas untuk kategori rising star di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang diselenggarakan di Jawa Barat belum lama ini.
Prestasi teranyarnya, ketika peluhnya belum kering usai bertarung di PON, keduanya kembali mengikuti lomba dansa internasional di Malaysia. Lagi-lagi keduanya menyabet emas kategori rising star.
Kepiawaiannya berdansa memang tidak disangsikan lagi, dan sangat wajar meraih predikat terbaik se-Indonesia.
Dalam acara malam ramah tamah HUT Sulsel ke-347 yang digelar di jembatan Centerpoint of Indonesia, Rabu (19/10) malam, keduanya secara khusus tampil di depan Gubernur Syahrul Yasin Limpo, dan Wakil Gubernur, Agus Arifin Nu’mang serta para petinggi lainnya di Sulsel.
Performance keduanya mampu menghipnotis para tamu dan masyarakat yang hadir. Gerakan yang lincah dan elastis namun tetap energik, kolaborasi yang menawan antara Ivan dan Vani mendapat tempat di hati penonton.
Keahlian mereka berdansa tidak diperolehnya begitu saja. Butuh latihan keras dan terus menerus untuk menguasai keahlian berdansa. Itu dilakoni keduanya sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Ivan mulai menggeluti dansa sejak kelas 3 SD. Sementara Vani waktu itu masih kelas 1 SD. Awalnya, mereka tidak pernah memikirkan untuk berjibaku di dunia prestasi. Mereka terjun ke olahraga dansa semata-mata karena tertarik dan penasaran dengan olah raga unik tersebut.
Kedua orang tuanya, Jusak Otnieliemdan Imelda Hartono cukup mendukung keinginan kedua anaknya sepanjang apa yang dilakukannya itu positif. Ternyata, ada peluang untuk berprestasi.
Setahun setelah mereka terjun latihan dansa, ada kejuaraan dansa di Surabaya. Keduanya pun didaftar untuk ikut. Ternyata, baru pertama kali ikut kejuaraan mereka langsung menoreh prestasi dengan meraih juara 2.
Itulah awal mulanya mereka terjun secara serius menekuni olahraga dansa untuk meraih prestasi. Tak ada waktu sehari pun dilewatkan tanpa latihan. Tujuh hari seminggu, lantai dansa menjadi tempat mereka menghabiskan waktu hingga berjam-jam mengasah keahlian.
Beruntung karena keduanya bersaudara, latihannya cukup kompak tanpa ada rasa canggung. Koordinasi pun lebih lancar.
Prestasi demi prestasi diraih Ivan dan Vani, baik yang berskala nasional maupun internasional. Belum ada yang bisa mengalahkan performance mereka di atas lantai dansa.
Prestasi yang diraih merupakan buah dari kerja keras mereka dalam latihan. Ketika remaja sebayanya bisa dengan santai nongkrong-nongkrong bareng teman, tidak demikian dengan keduanya.
Ivan yang kelahiran Makassar 4 April 1999 dan Vani kelahiran Makassar 13 November 2000, sudah terbiasa setiap hari secara rutin berlatih. Sebab, ada banyak target yang mereka telah rencanakan. Termasuk untuk menjadi pedansa cukup diperhitungkan di skala internasional.
Karena berhasil meraih juara I kategori rising star pada PON XIX lalu, besar peluang keduanya akan mewakili Indonesia pada pesta olahraga Asia Tenggara (Sea Games) yang akan dihelat di Jakarta tidak lama lagi.
Soal kemungkinan itu, Ivan dan Vani dengan tegas menyatakan kesiapannya. Toh mereka setiap hari terus berlatih, ada ataupun tidak ada even serta lomba yang akan dihadapi. (*/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top