Metro

Dinkes Klaim Belum Punya Regulasi Styrofoam

SIDRAP, BKM — Warga Kabupaten Sidrap meminta Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi terkait peredaran penggunaan styrofoam (makanan kemasan) berbahaya di seluruh Indonesia, temasuk Kabupaten Sidrap.
Salah seorang warga Pangkajene Sulaiman, mengaku persoalan banyaknya beredar penggunaan kemasan Styrofoam di setiap warung makan siap saji, diduga kuat kurangnya sosialisasi dari intansi terkait.
“Sebenarnya, kita tidak boleh menganggap sepeleh persoalan ini. Makanya, untuk menghindari penyebar luasnya pemakaian pembungkus makanan itu, harus ada campur tangan dari pihak pemerintah untuk melakukan sosialisasi akan dampak bahayanya Styrofoam,” ungkapnya, Selasa, (18/10).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidrap, dr Irwansyah M.Kes mengakui styrofoam terbuat dari butiran-butiran styrane, yang diproses dengan menggunakan benzana.
Menurutnya, bencana dapat menimbulkan masalah kesehatan dan tidak ramah lingkungan. “Wadah untuk makanan ini sebenarnya memiliki zat yang memicu berbagai gangguan kesehatan seperti tyroid, mengganggu sistem syaraf, merusak sumsum tulang belakang,” ucapnya.
Selain itu, wadah makanan itu juga bisa menyebabkan anemia, kanker payudara dan prostat bahkan dalam kasus yang parah, benzana dapat menyebabkan hilangnya kesadaran diri seseorang hingga kematian.
Sayangnya menyangkut mengenai regulasi styrofoam, kata dia, diklaim sampai saat ini Dinkes belum mengantongi aturannya. “Kalau regulasi sudah ada dan disahkan, tentu perusahaan produsen styrofoam pasti akan mengalihkan produk buatannya, tidak untuk makanan karena membahayakan kesehatan manusia,” tegas dr Irwan, dikantornya, kemarin.
Irwansyah juga menyebutkan, sekarang ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan kajian terkait penggunaan styrofoam. Hasilnya, bila digunakan untuk makanan panas dan berlemak maka zat-zat kimia styrofoam akan berpindah ke makanan yang tidak bisa larut dalam air sehingga bisa menimbulkan kanker. (ady/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top