Sulselbar

Diancam Dibunuh, Siswi SMA Pasrah Dicabuli

DIPERIKASA -- Korban Melati (16) didampingi ibunya saat diambil keterangannya di ruang unit PPA Reskrim Polres Sidrap, Selasa (18/10).

SIDRAP, BKM — Kasus pemerkosaan dan pencabulan di di Kabupaten Sidrap kembali terjadi. Dalam sepekan terakhir sudah tiga laporan pencabulan diterima Reskrim Polres Sidrap.

Terakhir, Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) kembali menerima laporan dugaan pencabulan oleh siswi salah satu SMAN di Sidrap, Selasa (18/10).
Sesuai laporan polisi nomor LP 576/10/2016/SPK. Reskrim tertanggal 17 Oktober 2016, korban Melati (16) mengadukan terduga pelaku Rizal (22) ke Mapolres Sidrap atas dugaan pemerkosaan. Saat korban melapor didampingi ibunya dan langsung dimintai keterangannya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Gedung Mapolres.
Kasus ini terjadi di Desa Buae, sekitar pukul 14.00 Wita, Senin (17/10). Pelaku yang merupakan mantan pacar korban datang ke sekolah Melati bermaksud menjemputnya.
Pelaku meminta untuk kembali menjalin kasih usaiputus sebulan lalu. Meski menolak, korban akhirnya bersedia pulang bersama pelaku setelah dibujuk berkali-kali. Tapi bukannya diantar pulang ke rumah korban, motor pelaku justru mengarah ke TKP.
Dalam perjalan sempat terjadi cekcok dan korban dipukul dan diancam akan dibunuh hingga terjadi pemerkosaan.
“Dia ancam akan dibunuh kalau menolak. Saya sempat melawan pak, tapi dipaksa sampai tangan, badan dan kaki saya lecet. Saya sudah divisum dokter tadi (kemarin,red),” tutur Melati polos kepada penyidik, Selasa kemarin.
Hasil visum dokter, korban mengalami luka lecet dan lebam, termasuk luka robet diselaput kemaluan korban.
Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar melalui Kasat Reksrim AKP Chandra Yudha Pranata, membenarkan tiga LP kasus pemerkosan telah diterimah pihaknya.
“Iya mas, kasus pemerkosaan marak ini kita tangani. Sudah tiga LP kami proses penyidikan. Kemarin siswi SMA di Sidrap melaporkan mantan pacaranya. Tersangka Laiccang sementara dalam pengejaran, anggota masih di lapangan ini,” ujar AKP Chandra kemarin.
Kasat menambahkan, sehari sebelumnya, kasus serupa diterimah PPA dengan korban Bunga (17) warga Kota Parepare. Bunga melaporkan terduga pelaku Weldi Asisfa (23) warga Kabupaten Sidrap.Dalam Laporannya korban mengaku diperkosa sebanyak dua kali didua tempat berbeda di Parepare pada 16 Oktober 2016 dan di Sidrap 17 Oktober 2016.
“Ada tiga terduga pelaku dilaporkan korban. Baru satu orang kita sudah amanankan yakni Weldi Dua rekannya masih dalam pengejaran,”tegas Chandra, kemarin.
Kasat juga mengaku hampir bersamaan kasus pemerkosaan dilaporkan Mawar (14) warga Bulo Rappang pada 17 Oktober. Saat ini masih tengah dalam penyelidikan. (ady/B)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top