Kriminal

Adnan Terancam 7 Tahun Penjara

MAKASSAR, BKM — Pengadilan Negeri Makassar menggelar sidang perdana kasus dugaan penganiayaan terhadap guru SMKN 2 Makassar, Dasrul yang dilakukan oleh Adnan Achmad.
Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dipimpin lansung oleh ketua majelis hakim, Ibrahim Palino diruang sidang Andi Depu, Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (19/10).
Dalam pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rustiani Muin, Adnan didakwa melanggar pasal 351 ayat 2 juncto pasal 55 dan 170 ayat 1 KUHP, tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
“Terdakwa terbukti melakukan penganiayaan dan pengeroyokan secara bersama-sama,” tegas Rustiani Muin di Pengadilan Negeri Makassar.
Sementara Ketua tim kuasa hukum terdakwa, Arfan Banna usai persidangan menegaskan. Pihaknya tidak akan mengajukan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan yang dibacakan JPU dalam persidangan.
“Saya tidak akan mengajukan eksepsi. Saya langsung masuk ke pemeriksaan saksi saja,” bebernya.
Ia menambahkan, eksepsi akan diajukan pada saat nota pembelaan atau pledoi. “Nanti di pledoi kita tuangkan,” tegasnya.
Sebab kata dia, pihaknya meyakini bila terdakwa tidak bersalah dalam kasus ini, bahkan tidak ada niat atau pun unsur kesengajaan terdakwa, seperti yang didakwakan jaksa.
Melainkan perbuatan terdakwa dilakukan hanya karena spontan, bukan karena kesengajaan. “Selaku orang tua wajar saja melakukan hal itu karena ingin membela anaknya, yang mendapat perlakuan tidak wajar dari gurunya,” kilahnya dengan nada membela.
Diketahui, Kasus yang menjerat Adnan ini, akibat dirinya diduga telah melakukan penganiayaan terhadap guru (Dasrul) SMKN 2 Makassar. Bersama anaknya MA (16), yang sebelumnya telah divonis 1 tahun penjara di Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) di Marsudi Putri Toddopuli untuk dibina. (mat-drw)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top