Ada Banyak Penghargaan di Resepsi HUT Sulsel – Berita Kota Makassar
Headline

Ada Banyak Penghargaan di Resepsi HUT Sulsel

MAKASSAR, BKM — Rangkaian peringatan Hari Jadi Sulsel yang ke-347 berlangsung semarak, walaupun seluruh agenda kegiatan dikemas dengan cukup sederhana. Rabu (19/10), digelar resepsi di Hotel Clarion Makassar.
Hadir di acara ini sejumlah tokoh Sulsel. Mulai Ketua DPRD Sulsel HM Roem, anggota DPR RI Indira Chunda Tita Syahrul dan Markus Nari, Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, sejumlah bupati dan tokoh masyarakat lainnya.
Tahun ini, Hari Jadi Sulsel diisi dengan berbagai program bertajuk 1000 kebaikan. Setiap SKPD diwajibkan membuat program 1000 kebaikan yang dipastikan langsung menyentuh kepentingan rakyat. Program tersebut dicanangkan sejak satu bulan lalu.
Pada resepsi Hari Jadi Sulsel di Clarion, ada banyak penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai ikut berkontribusi memajukan Sulsel. Sejumlah kepala daerah mendapat penghargaan atas jasanya sebagai pembina koperasi dan UMKM di Sulsel.
Antara lain, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, Bupati Sidrap Rusdi Masse, Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, Bupati Wajo Burhanuddin Unru, dan Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali.
Ada pula penghargaan kepada Warga Kehormatan Sulsel. Seperti Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan, Kajati Sulsel Hidayatullah, Ketua Pengadilan Tinggi TUN Makassar Syamsulhadi, Ketua Pengadilan Tinggi Makassar Machmud Rachimi. Kemudian Energi World Corporation Ltd Chief Finance Officer, Brian Jeffrey Allen.
Selain memberikan penghargaan pada Warga Kehormatan, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga menyerahkan penghargaan kepada dua mantan Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, yakni H Andi Tjonneng Malombassang dan HA Muallim.
Dikatakan Syahrul, penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi kepada semua pihak yang ikut memajukan Sulsel. Perjalanan panjang telah dilalui, setelah sejumlah kerajaan empat etnis yang sebenarnya adalah satu.
“Perbedaan Sulsel dengan provinsi lain, karena terbentuk dari kemauan dari raja-raja dan masyarakat setempat untuk menjadi bagian dari NKRI,” kata Syahrul.
Ia menuturkan, Belanda pernah membujuk untuk menjadi negara sendiri. Dengan janji, akan dibangunkan kereta api di Sulsel. Tapi, raja-raja ketika itu dengan tegas mengatakan tidak dan tetap menjadi bagian NKRI.
“Jiwa nasionalisme telah diwariskan oleh pendahulu kita. Dari dulu, kita perekat nasional. Dan saya yakin, nasionalisme Sulsel tidak bisa diragukan oleh siapapun,” ujarnya.
Syahrul menyatakan, saat ini Pemprov Sulsel berupaya meningkatkan daya saing dan inovasi percepatan pembangunan. Menjadikan Sulsel pilar utama pembangunan nasional.
“Kita memiliki proyek kereta api, empat bendungan besar, kawasan CPI, simpang lima, dan beberapa megaproyek lainnya yang sekarang kita genjot penyelesaiannya,” ungkapnya.
Pada acara tersebut, Gubernur Sulsel juga memberikan penghargaan kepada juara Lomba Karya Ilmiah Tingkat SMA dan mahasiswa, penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi Tahun 2016, penghargaan Penyuluh Teladan 2016, hingga penghargaan kepada Kelompok Tani Berprestasi.
Masih dalam rangkaian Hari Jadi Sulsel, Gubernur juga meresmikan patung Sultan Hasanuddin yang berdiri kokoh di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Direktur Keuangan Angkasa Pura I Persero, Novrihandri mengatakan, kehadiran patung ini sebagai perwujudan pahlawan nasional Sultan Hasanuddin yang merupakan sosok pahlawan kebanggaan masyarakat Sulsel dan pemersatu nusantara. Hal ini dapat dilihat dari sejarah Sultan Hasanuddin, dimana saat ia berusia 20 tahun, sudah berani menjadi utusan kerajaan mengelilingi nusantara.
“Hal ini kurang lebih sama dengan hirarki bandara sebagai pengumpul primer atau hub atau tempat transit terbesar di KTI, yang mencakup pelayanan luas dari berbagai bandara di seluruh wilayah KTI,” kata Novrihandri.
Dijelaskan pula, dengan kondisi cakupan pelayanan yang luas, maka jelas peningkatan volume baik penumpang, pesawat dan kargo dari tahun ke tahun sangat dirasakan. Saat ini, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar telah masuk dalam rencana untuk pengembangan.Untuk perencanaan panjang ke depan akan dibangun terminal penumpang berkapasitas sampai dengan 50 juta penumpang per tahun.
“Hal tersebut didasari dengan target Angkasa Pura Airport untuk menuju bandara bertaraf kelas dunia,” ujarnya.
Gubernur Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dibangun lima tahun lalu. Ada sejarah yang berbeda pada pendirian bandara tersebut dan merupakan kontribusi Pemda Maros, Pemkot Makassar, dan Pemprov Sulsel, yang sepakat untuk memperbaiki negeri ini agar konektifitasnya lebih baik.
“Ini di era SBY-JK. Bandara ini penuh konten lokal, mulai dari arsitek dan lainnya,” kata Syahrul.
Ia pun mengingatkan pihak Angkasa Pura terhadap komitmen yang ada sebelumnya. VIP Pemprov harus tetap di dalam dan jangan dikeluarkan.
“Itu sudah komitmen kita jauh sebelumnya. Jadi jangan coba-coba keluarkan VIP Pemprov yang ada di dalam bandara,” tegasnya.
Syahrul menambahkan, pihaknya yang mengusulkan untuk mengganti nama dari airport Hasanuddin menjadi Sultan Hasanuddin. Patung tersebut menjadi komitmen kejiwaan, semangat Sultan Hasanuddin adalah semangat nasional kebangsaan. Seorang pejuang yang selalu mementingkan kepentingan bangsa. “Patung ini sebagai simbolik NKRI,” tandasnya.
Patung yang dibuat oleh pemahat patung terkenal asal Bali, Nyoman Nuarta ini dibuat dengan bahan dasar baja stainless steel, tembaga serta kuningan yang menghabiskan anggaran PT Angkasa Pura I (Persero) sebesar Rp6,3 miliar. Proses pekerjaannya berlangsung selama 8 bulan pada tahun 2011.
Peringatan HUT Sulsel dirangkaikan dengan pesta rakyat yang berlangsung, Rabu malam. Hadir artis penyanyi Rossa dan Kamaseang, serta stand up commedy Tumming Abu.
Acara juga diisi dengan unjuk kebolehan atlet dansa andalan Sulsel yang berhasil meraih medali emas pada PON di Jawa Barat belum lama ini. Ada juga atraksi kembang api dengan 5000 ledakan dan pertunjukan laser. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top