Sulselbar

Raskin tak Layak Beredar di Bone

BKM/MUHAMMAD AMIR TAK LAYAK -- Kondisi Beras Miskin yang beredar di Watampone kini dinilai tak layak konsumsi.

WATAMPONE, BKM — Beras Miskin (Raskin) yang diduga tak layak konsumsi ditemukan bereda di Kota Watampone Kabupaten Bone dan sekitarnya. Kualitas beras sangat memprihatinkan karena selain warnanya berubah juga hancur dan layak untuk dikonsumsi.
Salah seorang warga yang juga pernah menjadi mitra Bulog, Andi Seldi Bastian mengakui jika penyebab mutu raskin yang tak layak komsumsi adalah ulah pihak Bulog sendiri.
Apalagi hal ini terjadi bukan hanya sekali ini saja tapi sudah terjadi berulang kali. Sayangnya
aparat penegak hukum terkesan tak peduli dengan kondisi ini.
Sebelumnya kasus serupa pernah terjadi bahkan sudah sampai ke proses hukum tapi akhirnya tak jelas juga ujung dari kasus tersebut.
Saat ini kata dia saat Bulog menerima stok pangan untuk disimpan di gudang mereka tak lagi menggunkan standar.
”Kalau dulu Dolog itu menggunakan rekanan untuk pengadaan. Baik beras maupun gabah saat ini tidak lagi. Yang terjadi malah oknum di Bulog sendiri yang langsung ke pedagang dan petani,” tambah Seldi lagi.
Akibatnya sistim sortirnya sudah tidak berlaku lagi. Karena pihaknya yang membeli, mereka yang memeriksa dan mereka juga yang menampung. Saat dikeluarkan dari gudang juga dilakukan sendiri tanpa pengawasan. Disinilah terjadi distribusi raskin yang tak layak komsumsi.
Menurut Seldi, jika beras bermutu tinggi yang diterima pihak Bulog lalu ditampung pasti mutunya akan bagus saat didistribusi tapi kalau yang diterima mutunya rendah pasti juga hasilnya kurang bagus saat didistribusi,”jelasnya lagi.
Seldi menduga ada permainan dibalik kasus ini.
“Pasti terjadi permainan. Seperti halnya ada oknum aparat yang kabarnya juga biasa memasukkan beras ke Bulog dan marah-marah kalau berasnya ditolak,”jelasnya.
Ada juga salah satu gudang yang kadang istri kepala gudang yang terjun langsung melakukan cucuk. Padahal ada petugas khusus yang bertugas melakukan cucukan.
Belum lagi raskin yang diterima masyarakat yang rata-rata tidak cukup 15 kg karena sudah
dicucuk sebelum diangkut ke tujuan.
“Sebenarnya semua masalah ini sudah disampaikan kepada Ka Kansilog Bone, Amir Sube dan mengaku menegur yang bersangkutan tapi tak ada hasilnya,” bebernya. Bahkan dia mengaku sudah tau dan sedah menegur oknum yang di maksud termasuk istri kepala gudang yang biasa ikut cucuk karung beras. Tapi entah kenapa masalah ini tetap berlanjut.
Bahkan hasil cucukan yang terkumpul sampai puluhan karung dalam setiap truk yang dicucuk. Baik beras yang masuk maupun beras yang keluar dari gudang. ”Ini perlu dipertanyakan. Karena sudah mengarah ke korupsi,” kata Seldi lagi.
Ka Kansilog Bone Amir Sibe yang dikonfirmasi terkait masalah ini mengakui pihaknya sudah memberikan teguran kepada semua pihak yang dianggap terlibat dalam masalah raskin yang tak layak komsumsi.
“Masalah ini sudah kami tindak lanjuti. Sudah kami tegur termasuk istri kepala gudang yang juga ikut cucuk beras. Selanjutnya adalah pengawasan yang harus diperketat, ” tandas Amir Sube (amr/D)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top