Gojentakmapan

Bupati dan Wabup Perang Mobil Brending

BKM/KARKUL BRANDING--Mobil branding Pemuda Pancasila dengan gambar Iksan Iskandar (kanan), sementara mobil branding Pemuda Panca Marga bergambar Mulyadi Mustamu (kiri).

JENEPONTO, BKM–Perhelatan Pemilihan bupati (Pilbup) Jeneponto masih tersisa dua tahun lagi, namun suhu politik didaerah penghasil garam ini sudah mulai memanas. Hal tersebut bilamana bupati H Iksan Iskandar akan berpisah dengan Wakilnya Mulyadi Mustamu. Bahkan peluang agar keduanya bertarung di Pilbup mendatang cukup besar. Kini Iksan dan Mulyadi sudah mulai perang mobil branding. Pantauan koran ini puluhan mobil branding Pemuda Pancasila dengan latar belakang gambar Iksan Iskandar, demikian pula puluhan mobil branding Pemuda Panca Marga (PPM) dan Mobil Branding Partai Hanura bergambar Wabup Mulyadi Mustamu, baik sebagai ketua PPM maupun sebagai Ketua DPC Partai Hanura Jeneponto.
Terkait perang mobil branding, Iksan Iskandar menampiknya. Menurutnya, dirinya tidak memiliki mobil branding, “Kalaupun ada tanyakan pada ketua Pemuda Pancasila, tapi saya ingatkan mengemudi yang santun jangan mau silappo (tabrakan),”jelas Iksan di Kantor Bupati Jeneponto, Selasa (18/10).
Iksan juga mengemukakan tidak usah dulu membicarakan Pilbup karena masih panjang dan lama. “Waktunya masih lawa yakni dua tahun lebih, kami bekerja saja dulu,”ucap mantan Sekkab Jeneponto ini.
Karaeng Ninra-panggilan akrab Iksan Iskandar juga mengajar agar masyarakat dapat melihat pekerjaan yang sudah dilakukan. “Lihat Pekerjaan saya, awasi kalau ada yang kurang baik dan lapor saja. Nanti di tegur apa dan siapa yang kerjakan karena diangkat menjadi Bupati jeneponto adalah amanah untuk membangun Jenepontota gammara. Kalau rakyat mengatakan baik, pasti memilih saya nanti kalau rakyat bilang jelek saya tidak akan maju lagi karena buat apa maju kalau rakyat sudah tidak suka, makanya kami bekerja dan bekerja agar jenepontota gammara,”jelas Iksan yang memiliki nama kecil Basoka.
Sementara itu, Wabup Mulyadi Mustamu menanggapi mobil brending dirinya hanya bentuk sosialisasi guna mengambil hati rakyat agar diperhitungkan karena dikhawatirkan elektabilitas rendah tidak mungkin diperhitungkan lagi. “Ini hanya sosialisasi guna mengambil hati rakyat agar tetap diperhitungkan,”jelas Mulyadi tanpa memperjelas kalimat ‘diperhitungkan’. (krk/rif/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top